Penelitian ini mengkaji fenomena peran ganda mahasiswa IAIN Parepare yang bekerja sebagai kurir hilo dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Di era digital, transportasi daring menjadi peluang ekonomi yang diminati mahasiswa karena fleksibilitas waktu yang memungkinkan penyesuaian dengan jadwal perkuliahan. Namun, menjalankan tanggung jawab akademik sekaligus profesional menimbulkan tantangan berupa konflik peran ganda (work-study conflict). Ketidakseimbangan dalam mengelola kedua peran ini berpotensi memicu stres, kelelahan fisik (burnout), serta penurunan prestasi akademik. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara terhadap mahasiswa yang mengalami kendala dalam pembagian waktu dan fokus belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai kurir tidak hanya membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi orang tua, khususnya dalam pembiayaan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kesejahteraan mahasiswa pekerja tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari keseimbangan psikologis dan keberhasilan akademik. Penelitian ini menyimpulkan perlunya dukungan dari pihak perguruan tinggi bagi mahasiswa pekerja agar mereka dapat menjalankan peran ekonomi dan akademik secara harmonis tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.