Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemasaran Beras Di Kabupaten Soppeng(Tinjauan Struktur, Perilaku, Dan Kinerja Pasar) Nurdin, Aulia; Andi Nixia Tenriawaru; Heliawaty
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.02.17

Abstract

Kabupaten Soppeng merupakan salah satu daerah penghasil beras di Sulawesi Selatan. Sebagian besar masyarakatnya menjadikan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian karena didukung oleh ketersediaan lahan, teknologi, serta dukungan kebijakan pemerintah. Dalam memasarkan beras, harga yang diterima oleh petani dan harga yang diterima oleh konsumen tentu berbeda. Hal ini dikarenakan petani hanya menjual gabah kering panen (GKP) kepada penggiling maupun pedagang pengumpul, kemudian gabah akan diolah dengan penggilingan sehingga menjadi beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku, dan kinerja pasar beras di Kabupaten Soppeng. Analisis struktur pasar dilakukan secara kuantitatif untuk mengetahui derajat konsentrasi pasar dengan menghitung pangsa pasar, konsensentrasi rasio, Indeks Hirschman-Herfindhal, serta secara deskriptif dengan melihat hambatan keluar masuk pasar dan informasi atau pengetahuan pasar. Perilaku pasar dianalisis secara deskriptif dari praktik penetapan harga, fungsi pemasaran, dan kerjasama antar lembaga pemasaran. Kinerja pasar secara kuantitatif berupa margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya. Hasil penelitian ini diperoleh struktur pasar beras di Kabupaten Soppeng mengarah pada pasar oligopoli. Pada perilaku pasar, harga beras ditetapkan oleh lembaga pemasaran yang paling dominan dan masing-masing lembaga pemasaran melakukan fungsi pemasaran, serta terjalin kerjasama antar lembaga pemasaran. Pada kinerja pasar dapat dilihat saluran pemasaran 5 memiliki margin paling kecil yaitu 14,79% dan nilai farmer’s share paling besar yaitu 85,29%. Adapun, saluran pemasaran 3 memiliki nilai rasio keuntungan dan biaya yang paling tinggi yaitu 1,39.
Comparison of Sidenuk Nuclear Rice Agribusiness with Ciliwung Rice in Bajeng District, Gowa Regency Amiruddin, Achmad; Heliawaty; Salsabilah, Devita Tasha; Bate, Andi Muhammad Farid Fausan; Ardiyanto, Anang Nur
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 22 NO 02 2023 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.22.02.505-529

Abstract

This study aims to analyze the comparison of production input use, production process, marketing, support, and income of rice fields planted with Sidenuk nuclear rice and rice fields planted with Ciliwung rice in Bajeng District, Gowa Regency. The data obtained were analyzed using the descriptive comparative method to compare the comparative use of production inputs, production processes, marketing, support and farm income, and using comparative test analysis using the t-test to compare differences in income between Sidenuk Nuclear rice farmers and Ciliwung rice farmers. There are differences in agricultural inputs in this study, the difference is the area of land, the type and amount of seeds used, the type and amount of fertilizer used, the type and amount of pest and plant disease drugs used, as well as the amount of labor and the length of work required. In the production section, there are differences in seeding time, transplanting time, the amount and time of weeding, fertilizer time, and harvest time. In the marketing and support section, no differences were found. T test results sig value, (2-tailed) of 0.000 <0.05 which means H0 is rejected so it can be concluded that there is a significant difference between the net income of Nuclear Sidenuk rice farmers and Ciliwung rice farmers in Bajeng district, Gowa Regency.