Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rian Fahardhi as a Generation Z Role Model: An Analysis of Inspirational Content on Instagram @rian.fahardhi Siska; Hadisaputra; Nelly Saputri; Hajaratul Aswad; Isda Lestari
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v5i2.287

Abstract

Social media has become a primary tool for Generation Z to express themselves and find inspiration. This study explores Rian Fahardhi's role as a role model for Generation Z through content analysis of his Instagram posts, @rian.fahardhi. Using qualitative methods and a content analysis approach, this study examines six Instagram posts selected based on the themes of inspiration, motivation, and behavioral guidance. The results show that Rian Fahardhi's content consistently conveys positive messages, such as the spirit of never giving up, creativity, and courage. Through visual and narrative elements, Rian successfully influences his audience's mindset, encouraging them to set and achieve life goals and internalize positive values. Based on George Gerbner's Cultivation theory, repeated exposure to these messages can shape Generation Z's perceptions of social reality and behavioral norms. This study highlights the importance of social media as a platform for building positive perceptions and the influence of public figures in shaping the identity and social values ​​of the younger generation. This study contributes to the development of literature on the role of social media in shaping Generation Z's behavior. Keywords: Rian Fahardhi, Generation Z, Role Model, Instagram
Analisis Pergeseran Otoritas Guru dalam Perspektif Teori Kekuasaan Michel Foucault pada Platform Tiktok Nuridilah Sidra; Hadisaputra; Reni Anggraeni; Nurul Annisa; Haikal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40787

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of teacher reporting to the legal sphere that is developing through TikTok social media and its implications for the shift in teacher authority in the 21st century. The study uses a descriptive qualitative approach with a case study method through digital documentation analysis, media observation, and literature review related to education, law, and Michel Foucault's Surveillance/Panopticon theory. Data in the form of video content, news narratives, and public responses are analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that cases of teacher reporting form a modern oversight mechanism that places teachers in a position of constant scrutiny by the public, the law, and social media. This condition indicates a shift in teacher authority. Teacher disciplinary actions are easily interpreted by the public as violations of the law and will affect the professional image of teachers. This study emphasizes the need for legal protection, educational discipline policies, and the reconstruction of public trust to maintain teacher authority without neglecting children's rights.
Etika Informasi Digital Dalam Grup Whatsapp Keluarga Praktik Tabayyun Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Indonesia Rizky Aulia Ahsya; Hadisaputra; Nasrullah Ahmad; Didi Winardi; Putra Wirayudha SPJ; Rendi; Andi Asywid Nur
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7211

Abstract

Grup WhatsApp keluarga merupakan ruang digital privat yang memiliki peran strategis dalam peredaran informasi sosial keagamaan dan politik di Indonesia Berbeda dengan ruang publik digital ruang keluarga diikat oleh relasi emosional hierarki antargenerasi dan nilai budaya yang kuat sehingga proses verifikasi informasi sering kali tidak berjalan secara terbuka Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mahasiswa Muslim memaknai dan mempraktikkan tabayyun dalam menghadapi informasi meragukan di grup WhatsApp keluarga serta bagaimana relasi kuasa dan emosi memengaruhi keputusan mereka untuk bersikap diam melakukan verifikasi personal atau melakukan klarifikasi terbuka Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital netnografi ringan melalui observasi digital terbatas dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Makassar yang aktif di grup WhatsApp keluarga Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis untuk mengidentifikasi pola praktik tabayyun dan dinamika etika informasi dalam ruang privat keluarga Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tabayyun mahasiswa lebih banyak dilakukan secara individual dan diam bukan sebagai tindakan korektif kolektif di ruang grup Keputusan untuk meluruskan informasi dipengaruhi oleh sensitivitas isu relasi kuasa keluarga serta pertimbangan emosional seperti rasa sungkan dan takut menyinggung orang tua Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara kesadaran normatif tabayyun sebagai prinsip etika Islam dan praktik aktual bermedia di ruang keluarga
Perspektif Islam tentang Etika Akal Imitasi (AI) di Kalangan Mahasiswa Muslim: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Makassar Hadisaputra; Siti Adila Az Zahra; Resky Amaliyah; Nur Zaliha; Nur Rezki Ramadani; Andi Alamsyah; Andi Asywid Nur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan etis mahasiswa Muslim terhadap penggunaan akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) dalam konteks akademik dengan perspektif Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Universitas Muhammadiyah Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa Muslim dari berbagai fakultas yang secara aktif memanfaatkan AI dalam aktivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengaitkan temuan empiris dan kerangka normatif Islam, khususnya konsep akal sebagai amanah, kemaslahatan, amanah akademik, tafakkur, niyyah, serta nilai Islam Berkemajuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai AI bukan sebagai pengganti akal manusia, melainkan sebagai wasilah yang mendukung ikhtiar intelektual selama digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menegasikan peran berpikir kritis. AI dipersepsi membawa kemaslahatan berupa efisiensi belajar dan pengayaan pemahaman awal, namun penggunaannya dibatasi oleh nilai kejujuran, amanah, dan integritas akademik. Penelitian ini juga menemukan adanya ketegangan etika antara kemudahan teknologi dan tuntutan tanggung jawab moral, terutama terkait risiko ketergantungan yang berpotensi melemahkan daya tafakkur. Prinsip niyyah menjadi parameter utama dalam menentukan legitimasi moral penggunaan AI. Dalam kerangka Islam Berkemajuan, AI diposisikan sebagai alat rasional yang harus diarahkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan tanpa menggeser peran sentral akal manusia.