Surati, Susi Cicilya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) Terhadap hubungan pacaran beda Agama Surati, Susi Cicilya
DELAHA: Journal of Theological Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Desember || DELAHA: Journal of Theological Sciences
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/delaha.v1i2.175

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas seseorang. Dalam konteks sebagai masyarakat majemuk di Indonesia, hubungan sesama manusia yang melibatkan perbedaan agama menjadi satu tantangan baru yang muncul bagi muda-mudi Kristen yang saat ini banyak terlibat hubungan asmara dengan pasangan dari agama yang berbeda. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut peran Pendidikan Agama Kristen dalam membimbing muda-mudi Kristen yang berada dalam hubungan percintaan dengan pasangan yang berbeda agama.  Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran untuk membimbing muda-mudi Kristen agar tetap menjaga integritas iman, berkomunikais dengan sehat, serta membuat keputusan yang bijak dalam menghadapi konflik mengenai perbedaan agama. 
Spiritualitas Performatif: Kritik dan Reorientasi Pelayanan Menuju Teologi Oikos Surati, Susi Cicilya; Poluan, Agnes Relly
AISTHETIKOS Jurnal Ilmu Teologi dan Seni Vol. 3 No. 1 (2026): April || AISTHETIKOS Jurnal Ilmu Teologi dan Seni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/aisthetikos.v3i1.472

Abstract

The ecclesiastical paradigm that measuresspirituality by the quantity of participation in ministry forces congregations toengage in “spiritual activism”. Paradoxically, despite efforts toseek external social validation, the internal quality of Oikosis neglected or replaced. With these limitations in mind, this article attempts to critique this phenomenon through a qualitative literature study with a contextual theological lens. The study confirms that this activism is a distortion of the meaning ofministry, whereby families act as ‘victims’ for the sake of institutional performance. As an alternative and solution, a theological reorientation is neededthat centres the family as the leader in faith formation.The function of the church as Ekklesia must move from the centre ofactivity to the centre of equipping that leads to spiritual life in thehome. The goal is to create authentic utilisation born inhealthy families, and the congregation can glorify God.