Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Kemasan Biodegradable pada Ikan Bandeng Presto dengan Kombinasi Edible Coating dan Variasi Daun Anjarinanti, Lusan; Putri, Chaynaya Raisa; Sunarti, Sunarti
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v7i2.17613

Abstract

Penggunaan sampah plastik di Indonesia menyumbang pencemaran sampah plastik terbesar ke-2 di dunia. Ikan bandeng presto merupakan salah satu produk olahan ikan yang menjadi ciri khas Kota Semarang dan produktivitasnya tinggi karena sering dijadikan oleh-oleh, hal ini berakibat pada peningkatan jumlah sampah plastik yang sering digunakan sebagai pembungkus ikan bandeng presto.  Dalam penelitian ini kami memanfaatkan daun sebagai pembungkus ikan bandeng presto, serta mengombinasikan edible coating dengan beberapa variasi daun yang ramah lingkungan serta dapat memperpanjang masa simpan sebagai pengganti plastik. Penelitian ini berujuan untuk memperoleh informasi mengenai keefektifan serta pengaruh kemasan beberapa variasi daun serta kombinasi daun+edible coating terhadap karakteristik kimia maupun mikrobiologi ikan bandeng. Metode dalam penelitian ini menggunakan perlakukan variasi kemasan, meliputi: daun pisang, daun pisang+edible coating, daun jati, daun jati+edible coating, daun awar-awar, serta daun awar-awar+edible coating, serta lama penyimpanan pada suhu ±4 °C meliputi, hari ke-3, 6, dan 9. Dari analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa aktivitas air terendah dan tertinggi berturut-turut terdapat pada kemasan daun awar-awar+edible coating sebesar 0,742 dan kemasan daun pisang sebesar 0,756 serta daun jati sebesar 0,755. Kadar air terendah dan tertinggi didapat pada kemasan daun awar-awar+edible coating sebesar 50,67% dan kemasan daun pisang sebesar 59,49%. Sedangkan cemaran mikrobia paling rendah pada penyimpanan hari ke-9 terdapat pada kemasan daun awar-awar+edible coating sebesar 3,6 x 105 kononi/gr,sedangkan paling tinggi pada kemasan daun pisang yaitu sebesar 2,4 x 107 koloni/gr. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa kemasan beberapa variasi daun maupun daun+edible coating efektif untuk menyimpan ikan bandeng presto sampai 6 hari
Aplikasi Edible Film Berbasis Pati Sukun (Artocarpus altilis) dan Ekstrak Gel Lidah Buaya (Aloe barbadensis) Sebagai Kemasan Bumbu Mi Instan Anjarinanti, Lusan; Sunarti, Sunarti
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36753

Abstract

Bungkus mi instan merupakan salah satu penyumbang masalah plastik di Indonesia. Edible film diharapkan dapat menciptakan pembungkus yang praktis, efisien, serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik edible film berbasis pati sukun dan bahan tambahan ekstrak gel lidah buaya serta aplikasinya sebagai kemasan bumbu mi instan. Metode dari penelitian ini adalah pembuatan edible film berbasis pati sukun dengan tambahan variasi ekstrak gel lidah buaya sebesar 0%, 1%, 5%, dan 10%. Dari hasil analisis karakteristik edible film terbaik digunakan untuk mengemas bumbu mi instan dan disimpan pada variasi lama penyimpanan 0, 7, 14, dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film kontrol (tanpa tambahan ekstrak gel lidah buaya) mempunyai karakteristik terbaik dengan kuat tarik tertinggi, yaitu 0,290 N/m2 dan laju transmisi uap air terendah, yaitu 0,26257 g/m.s.kPa. Selain itu edible film kontrol juga mempunyai antimikrobia sebesar 24,80 mm. Sedangkan aplikasi edible film kontrol pada bumbu mi instan menunjukkan bahwa pada penyimpanan hari ke-21, kadar air masih memenuhi SNI, yaitu 1,89% dimana kadar air maksimal sesuai SNI adalah 12%. Selain itu hasil cemaran mikrobia menunjukkan nilai masih di bawah SNI pada hari ke-14, yaitu 6,75 x 105 koloni/g, dimana standar SNI adalah di bawah 106 koloni/g.