Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assistance in Compost and POC Production at SD Muhammadiyah 4, Samarinda, East Kalimantan Aulia, Najwa; Pramaningsih, Vita; Agustina, Fitriyati; Saputra, Harun; Atoillah, Nizar; Kurniawan, Deny
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v9i1.9243

Abstract

The waste problem is a global challenge that is faced daily, including in Indonesia. Organic waste that is not appropriately managed can hurt the environment. One effective solution is to process organic waste into compost and liquid organic fertilizer (POC). This activity aims to practice organic waste processing methods through training for students and teachers at SD Muhammadiyah 4, Samarinda, East Kalimantan. The methods used are Project-Based Learning (PBL), which includes socialization to increase environmental awareness and training in practical composting and POC. The parameters measured include temperature and pH to monitor the composting and fermentation processes. The results of the activity showed that the participants were able to process organic waste into fertilizer well. Compost has an acidic pH (4-6) because lime is not added during the composting process. POC has a pH of 4, indicating effective fermentation activity. The temperature at POC ranged from 26°C to 28°C, with the highest temperature on day 12 indicating maximum degradation. This service activity increases participants' understanding and skills regarding organic waste processing. This activity also encourages schools to actively manage waste independently, creating a cleaner and more sustainable environment.
Edukasi pencegahan stunting melalui sanitasi pengelolaan sampah dan higiene di SD Muhammadiyah 4 Samarinda Pramaningsih, Vita; Agustina, Fitriyati; Saputra, Harun; Aulia, Najwa; Atoillah, Nizar; Kurniawan, Deny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23352

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya angka stunting adalah kurangnya akses dan praktik kebersihan sanitasi yang baik, termasuk pengelolaan sampah. Lingkungan yang kotor dan tercemar dapat menyebabkan penyebaran penyakit, mengganggu penyerapan nutrisi. Maka perlu mengedukasi masyarakat sejak dini terkhusus pada siswa SD dan lingkungan sekolah. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan kegiatan penyuluhan, ceramah, diskusi dan demonstrasi praktek langsung tentang sanitasi pengelolaan sampah. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman tentang stunting dan pengelolaan sampah di kalangan siswa setelah dilakukan edukasi. Hal ini tercermin pada hasil pre test dan post test yang menunjukan peningkatan pemahaman pengetahuan. Pemahaman siswa, guru sebelum pemberian edukasi tentang stunting masih kurang dibandingkan pemahaman tentang pengelolaan sampah. Responden yang menjawab benar pada pretest untuk materi stunting lebih rendah kurang dari 50% dibanding dengan materi pengelolaan sampah. Kegiatan edukasi baik berupa penyuluhan maupun pendampingan perlu dilakukan pada lingkungan masyarakat sekolah maupun masyarakat umum, untuk mendukung penurunan stunting. Pemahaman yang dimikili siswa dan masyarakan menjadi modal awal untuk merubah perilaku mereka untuk menyadari akan pentingnya hidup bersih dan sehat dengan mewujudkan sanitasi dan hygiene. Kata kunci: edukasi; stunting; sampah; hygiene. Abstract Stunting is a global health problem that affects children's growth and development, with long-term impacts on human health and productivity. One of the factors contributing to the high rate of stunting is the lack of access to and practice of good sanitation hygiene, including waste management. A dirty and polluted environment can lead to the spread of disease, disrupting the absorption of nutrients. So it is necessary to educate the community from an early age, especially for elementary school students and the school environment. This community service method is carried out through counseling activities, lectures, discussions, and practical demonstrations on waste management and sanitation. The results showed a significant increase in understanding of stunting and waste management among students after education. This is reflected in the pre-test and post-test results, which show an increase in knowledge and understanding. The understanding of students and teachers before providing education about stunting is still less than the understanding of waste management. Respondents who answered correctly on the stunting material were lower than the waste management material. Educational activities in the form of counseling and mentoring need to be carried out in the school community and with the general public to support the reduction of stunting. The understanding that students and the community have is the initial capital to change their behavior to realize the importance of living clean and healthy by realizing sanitation and hygiene. Keywords: education; stunting; waste; hygiene.