This Author published in this journals
All Journal TEKNOSIAR
Wula, Irenius Ceme
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Konsep Arsitektur Hijau Pada Desain Bangunan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo Wula, Irenius Ceme; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Mbuu, Alfons
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i1.5472

Abstract

Perubahan iklim global dan krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan telah mendorong berbagai sektor untuk mengadopsi pendekatan yang lebih berkelanjutan, termasuk sektor konstruksi dan arsitektur. Bangunan merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap emisi karbon dunia, dengan mengkonsumsi sekitar 40% dari total energi global dan menghasilkan sekitar 30% emisi gas rumah kaca. Sebagai respons terhadap masalah ini, konsep arsitektur hijau (green architecture) telah berkembang sebagai paradigma yang menekankan desain bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi, dan memberikan kenyamanan optimal bagi penggunanya. Penelitian ini membahas tentang desain Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagekeo dengan menerapkan konsep arsitektur hijau. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan kantor pemerintahan yang tidak hanya fungsional tetapi juga ramah lingkungan, hemat energi, dan mencerminkan identitas lokal Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur review yang sistematis. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang desain bangunan pemerintahan di Kabupaten Nagekeo dan potensi penerapan konsep arsitektur hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep arsitektur hijau dengan memperhatikan aspek orientasi bangunan, penghawaan alami, pencahayaan alami, penggunaan material lokal, manajemen air, dan integrasi lanskap dapat menghasilkan desain kantor yang berkelanjutan dan responsif terhadap konteks iklim tropis Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perancangan bangunan pemerintahan di Kabupaten Nagekeo dan kawasan beriklim tropis lainnya.