Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara-cara mengoptimalisasikan kinerja Satuan Relawan Kebakaran (SATWANKAR) di Kota Bandung. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya kinerja SATWANKAR dalam penanggulan dini kebakaran di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Dalam kajian ini, penilaian kinerja SATWANKAR diukur berdasarkan aspek Kualitas kerja, Ketepatan waktu, Inisiatif, Kemampuan dan Komunikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat melalui pembentukan SATWANKAR di tingkat kelurahan se-kota Bandung relative belum berjalan secara optimal, dikarenakan adanya factor penghambat seperti : karena sifatnya sukarela (volunteer), sehingga ikatan keanggotaan sangat longgar, pola rekruitmen anggota baru masih belum jelas, keterbatasan anggaran dalam proses pembinaan anggota SATWANKAR, serta belum adanya sistem atau pola jaringan komunikasi yang terintegrasi untuk memudahkan koordinasi antara aparat dengan masyarakat yang terkena bencana kebakaran.