Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN RAMBUT JAGUNG (ZEA MAYS L) UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PUSKESMAS GAMBIR BARU Rahmah, Fahnidar; Nur Fadhillah, Wilda
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i3.978

Abstract

Latar Belakang: Kasus hipertensi menurut Data WHO, menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, yang berarti setiap 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi, hanya 36,8% di antaranya yang minum obat. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya (Janu Purwono, 2020). Rambut jagung juga mengandung maysin, beta-sitosterol, geraniol, hordenin, limonen, mentol, dan viteksin, yang diantaranya berfungsi sebagai zat penurun tekanan darah (Devi Selindia dkk, 2021). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Rebusan Rambut Jagung (Zea Mays L), Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia di Puskesmas Gambir Baru Kisaran tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode yaitu Pre-Experimental dengan desain One Grup Pretest-Postest. Penelitian ini dilakukan pada lansia dengan Tekanan Darah Tinggi usia 40-65 tahun yang akan diberi perlakuan teh rambut jagung dan akan di ukur Tekanan Darah sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan rata-rata penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian rebusan rambut jagung (Zea Mays L) yaitu sebesar 5,34 (tekanan darah dengan kategori normal). Hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dari yang tinggi ke tekanan darah dengan kategori normal setelah pemberian rebusan rambut jagung (Zea Mays L).Hasil uji beda pretest dan posttest dengan menggunakan Uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai p (0,000) < α (0,05) artinya Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah pada lansia sebelum dan sesudah pemberian rebusan rambut jagung (Zea Mays L). Kesimpulan: bahwa dalam pemberian rebusan rambut jagung (Zea Mays L) terbukti efektif untuk menurunkan tekandan darah pada lansia di Puskesmas Gambir Baru Kisaran Tahun 2024.
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bandung Medan Rahmah, Fahnidar
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i1.4254

Abstract

 Pendahuluan; Keberhasilan rumah sakit diperoleh dari kerja sama seluruh tenaga kesehatan yang ada didalamnya. Penilaian kinerja perawat digunakan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kinerja perawat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Perawat yang merasa puas dalam bekerja akan merasa senang terhadap pekerjaanya sehingga dapat meningkatkan kinerja. Terdapat permasalahan di Rumah Sakit Bandung yaitu tingkat kinerja perawat masih kurang baik yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat, terutama dalam hal penerimaan insentif yang tergolong kecil dan kurang efektifnya komunikasi antar sesama perawat. Tujuan; untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja perawat. Metode; Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 perawat rawat inap. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil; penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaji, promosi, dan komunikasi dengan kinerja perawat. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara gaji (p =0,000 ), promosi (p= 0,005 ), Komunikasi (p= 0,001), terhadap kinerja perawat. Adapun variabel yang tidak berpengaruh yaitu pengawasan dengan kinerja perawat diperoleh nilai Pvalue = 0,073 (Pvalue 0,05), artinya Ho diterima, ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Kepuasan pengawasan dengan Kinerja Perawat di RS Bandung Medan.   Berdasarkan hasil uji dari keempat variabel yang berpengaruh terhadap kinerja tersebut, diketahui variabel gaji adalah variabel yang memiliki pengaruh paling dominan.  Kesimpulan;  terdapat pengaruh signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja perawat. Disarankan kepada pimpinan Rumah Sakit Bandung agar meningkatkan jumlah gaji dan khususnya dalam pemberian insentif yang lebih adil, karena gaji merupakan kepuasan kerja yang memiliki pengaruh paling besar bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Dan bagi perawat rawat diharapkan mampu menjalin hubungan sesama rekan kerja yang baik, bekerja sama, saling membantu, sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan.