Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Anatara Nilai Tukar Rupiah dan Ekspor-Import Indonesia Syaripuddin, Fani; Lufi, Arsyad Ali
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.6013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai tukar rupiah terhadap ekspor dan impor Indonesia pada periode 2019–2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis inferensial, penelitian ini mengolah data sekunder dari Bank Indonesia, BPS, IMF, dan World Bank. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki korelasi negatif dengan ekspor (r = -0,612) dan korelasi positif dengan impor (r = 0,704). Analisis regresi linier memperlihatkan bahwa nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap ekspor (p-value = 0,021) dan berpengaruh positif signifikan terhadap impor (p-value = 0,008). Nilai tukar mampu menjelaskan sekitar 37,4% variasi ekspor dan 49,6% variasi impor. Temuan ini menunjukkan bahwa depresiasi rupiah mendorong peningkatan ekspor namun menekan impor. Namun, hubungan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga komoditas dan permintaan global. Dengan demikian, stabilitas nilai tukar dan diversifikasi ekspor menjadi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap fluktuasi eksternal.
Hubungan Anatara Nilai Tukar Rupiah dan Ekspor-Import Indonesia Syaripuddin, Fani; Lufi, Arsyad Ali
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.6013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai tukar rupiah terhadap ekspor dan impor Indonesia pada periode 2019–2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis inferensial, penelitian ini mengolah data sekunder dari Bank Indonesia, BPS, IMF, dan World Bank. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki korelasi negatif dengan ekspor (r = -0,612) dan korelasi positif dengan impor (r = 0,704). Analisis regresi linier memperlihatkan bahwa nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap ekspor (p-value = 0,021) dan berpengaruh positif signifikan terhadap impor (p-value = 0,008). Nilai tukar mampu menjelaskan sekitar 37,4% variasi ekspor dan 49,6% variasi impor. Temuan ini menunjukkan bahwa depresiasi rupiah mendorong peningkatan ekspor namun menekan impor. Namun, hubungan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga komoditas dan permintaan global. Dengan demikian, stabilitas nilai tukar dan diversifikasi ekspor menjadi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap fluktuasi eksternal.
Pelatihan dan Pengembangan Berkelanjutan Dalam Meningkatkan Green Human Resource Management di Perusahaan Modern Sari, Anggun Puspita; Wulandari, Fitri; Tasa, Suriana; Fadlilah, Nor; Lufi, Arsyad Ali; Saputra, Yanis
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelatihan dan pengembangan berkelanjutan dapat mendorong implementasi Green Human Resource Management (GHRM) dalam perusahaan kontemporer. Di tengah lingkungan global yang semakin peduli terhadap masalah lingkungan dan keberlanjutan, fungsi sumber daya manusia menjadi krusial untuk mewujudkan praktik-praktik ramah lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan di berbagai sektor industri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan yang terfokus, berkelanjutan, dan didasarkan pada kesadaran ekologis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penerapan praktik GHRM. Lebih lanjut, peningkatan kemampuan hijau melalui pembinaan karyawan berfungsi sebagai mediator utama dalam membentuk budaya organisasi yang mengutamakan keberlanjutan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya memasukkan nilai-nilai lingkungan ke dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia sebagai langkah jangka panjang untuk mencapai keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab sosial. Secara praktis, implikasinya menunjukkan bahwa organisasi harus mengembangkan sistem pelatihan yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kondisi lingkungan guna memastikan kelangsungan kompetensi tenaga kerja di masa depan.