revita anggraini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH STRES KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI RSUD JOMBANG (STUDI KASUS PADA TENAGA MEDIS IGD) revita anggraini; Mahfudiyanto
BIMA : Journal of Business and Innovation Management Vol. 7 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/bima.v7i2.8256

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh stress kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan tenaga medis IGD di RSUD Jombang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 76 karyawan menggunakan Teknik sampling jenuh. Analisis databerupa uji validitas, uji asumsi klasik, uji t, uji F, uji R2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) stress kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di RSUD Jombang, (2) Lingkungan Kerja berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan di RSUD Jombang, (3) stress kerja dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawandi RSUD Jombang.
MEMBANGUN USAHA SANTAN DIUSIA MUDA DI PASAR MINGGU revita anggraini; Mahfudiyanto
BIMA : Journal of Business and Innovation Management Vol. 7 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/bima.v7i2.8256

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis usaha santan yang dijalankan generasi muda di Pasar Minggu serta pengaruh nilai Berakhlak terhadap pengelolaannya. Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan nilai Berakhlak meningkatkan kepercayaan diri, motivasi berwirausaha, dan ketahanan usaha baik langsung maupun digital. Hambatan meliputi keterbatasan modal dan minimnya pelatihan, namun dukungan komunitas serta pemanfaatan teknologi memperluas pasar. Kesimpulannya nilai tersebut berkontribusi signifikan sehingga diperlukan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat usaha mikro berbasis nilai kewirausahaan moral agar pelaku muda mampu bersaing berkelanjutan di pasar yang semakin kompetitif dan dinamis