Latar Belakang: Remaja merupakan salah satu komponen generasi muda yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa, yang menjadi salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Tujuan: untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang Kesehatan reproduksi. Metode: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Balusu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri di SMPN 1 Balusu kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah semua remaja putri kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri berusia 13 tahun yaitu 27 orang (42.2%) dan mayoritas responden kelas VIII sebanyak 33 orang (51.6%). Tingkat pengetahuan tinggi remaja putri SMPN 1 Balusu sebanyak 8 responden (12.5%) dan responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 56 responden (87.5%). Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan baik masih sedikit sehingga remaja diharapkan untuk lebih proaktif lagi dalam mencari informasi yang akurat dan terpercaya tentang kesehatan reproduksi seperti dari media massa, internet dan juga melalui sumber informasi lain, seperti dari petugas kesehatan dan orang tua agar tidak terjerumus ke arah perilaku yang menyimpang.