Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KELULUSAN OSCE PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMESTER IV STIKES TANA TORAJA TAHUN 2020 Toban, Celia M; Almar, Junelty; K.T, Rande
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 5 No. 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.287 KB) | DOI: 10.56437/jikp.v5i1.30

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan mental emosional berupa kekhawatiran atau ketakutan yang objeknya atau sumbernya tidak jelas dan tidak diketahui terhadap ancaman yang akan datang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kelulusan OSCE pada mahasiswa S1 keperawatan semester IV STIKES Tana Toraja. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa S1 keperawatan semester IV . Jumlah responden sebanyak 46 dengan menggunakan teknik purposif sampling. Metode pengumpulan data adalah kuesoiner dengan Skala Likert dan observasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan responden tidak cemas dengan OSCE sebanyak 38 orang (82,6%) dan cemas sebanyak 8 orang (17,4%), dan lulus ujian OSCE sebanyak 41 orang (89,1%) dan tidak lulus sebanyak 5 orang (10,9%). Analisa data bivariat dilakukan dengan uji statisti chi square ( Fisher,s Exact Test) didapatkan hasil yang signifikan antara hubungan kecemasan dengan kelulusan OSCE pada mahasiswa dengan nilai p=0,031 Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan kecemasan dengan kelulusan OSCE pada mahasiswa S1 keperawatan semester IV STIKES Tana Toraja. Dengan penelitian ini diharapkan bagi semua mahasiswa agar mempunyai kesadaran dalam diri masing-masing akan pentingnya melakukan praktik mandiri di laboratorium.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI PADA REMAJA DI KECAMATAN SOPAI KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2021 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Palette , Tandi; Almar, Junelty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.778 KB) | DOI: 10.56437/jikp.v5i2.48

Abstract

Remaja merupakan satu tahap perkembangan dimana terjadi begitu banyak perubahan. Depresi merupakan gangguan suasana hati yang dapat menyebabkan kecenderungan bunuh diri jika tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2021. Desain penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, dengan jumlah sampel 145 responden. Hasil penelitian ini, berdasarkan uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara depresi dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja, dengan nilai (p-value=0,000). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara depresi dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penanganan terhadap depresi pada remaja untuk menurunkan kecenderungan bunuh diri serta disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lain yang dapat memicu kecenderungan bunuh diri pada remaja.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DUSUN TENGAH LEMBANG SA’DAN ANDULAN KECAMATAN SA’DAN KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2019 Reni Ranteallo, Regina; Handayani Mangapi, Yahya; Almar, Junelty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 6 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.767 KB) | DOI: 10.56437/jikp.v6i1.54

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh 1 dari 4 virus Dengue berbeda dan ditularkan melalui nyamuk, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Penyuluhan kesehatan tentang DBD merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan seseorang dengan tujuan dapat memberikan tambahan informasi serta menambah keyakinan responden untuk dapat bersikap lebih baik dalam hal menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap upaya pencegahan DBD pada keluarga Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019. Desain penelitian ini yaitu pre eksperimen atau eksperimen yang tidak sesungguhnya dengan rancanagan the one group pretest dan posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 87 responden. Hasil penelitian yang didapatkan tentang upaya pencegahan DBD sebelum diberikan penyuluhan kesehatan (pretest) dengan upaya pencegahan DBD kurang baik 75 (86.2%) dan upaya pencegahan DBD baik 12 (13.8%). Setelah diberikan penyuluhan kesehatan (post test) upaya pencegahan DBD kurang baik 7 (8%) dan upaya pencegahan DBD baik 80 (92%), yang artinya ada pengaruh yang signifikan upaya pencegahan DBD setelah diberikan penyuluhan kesehatan dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan kesehatan terhadap upaya pencegahan penyakit DBD pada keluarga.
HUBUNGAN SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA DENGAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN KAMPUS DI STIKES TANA TORAJA KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2018 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Almar, Junelty; Rantetampang, Selvy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56437/jikp.v5i2.60

Abstract

Masalah tentang kebersihan lingkungan baik di masyarakat maupun di sekolah-sekolah atau di kampus yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat atau siswa/mahasiswa tidak sadar akan menjaga kebersihan lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku mahasiswa dengan kebersihan lingkungan kampus di STIKES Tana Toraja Kabupaten Toraja Utara tahun 2018 Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa di STIKES Tana Toraja dengan jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa responden dengan sikap positif sebanyak 54 responden (90%) yang terdiri dari 49 responden (81,7%) dengan kebersihan lingkungan baik dan 5 responden (8,3%) dengan kebersihan lingkungan kurang, dan responden dengan sikap negatif sebanyak 6 responden (10%) yang terdiri dari 1 responden (6,9%) dengan kebersihan lingkungan baik dan 5 responden (8,3%) dengan kebersihan lingkungan kurang. Dari hasil tersebut diatas telah diuji dengan chi-square dimana hasil yang didapatkan yaitu p = 0.000 (p < 0,05). responden dengan perilaku baik sebanyak 28 responden (46,7%) yang terdiri dari 27 responden (45%) dengan kebersihan lingkungan baik dan 1 responden (1,7%) dengan kebersihan lingkungan kurang, dan responden dengan perilaku kurang sebanyak 32 responden (53,3%) yang terdiri dari 23 responden (38,3%) dengan kebersihan lingkungan baik dan 9 responden (15%) dengan kebersihan lingkungan kurang. Dari hasil tersebut diatas telah diuji dengan Fisher's Exact Test dimana hasil yang didapatkan yaitu p = 0.014 (p < 0,05) Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada sikap dan perilaku mahasiswa dengan kebersihan lingkungan kampus di STIKES Tana Toraja Kabupaten Toraja Utara tahun 2018. Disarankan kepada respoden agar terus meningkatkan dan menjaga kebersihan lingkungan kampus agar proses perkuliahan menjadi lebih nyaman dan tenang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MENCUCI TANGAN DALAM PENCEGAHAN COVID 19 PADA MURID SDN 178 BELAU DI LEMBANG BELAU UTARA KECAMATAN MASANDA KABUPATEN TANA TORAJA TAHUN 2020 Almar, Junelty; Randa Lembang, Desi; Kombong, Selvina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan mencuci tangan masih menjadi masalah kesehatan dengan kasus Covid 19 yang terus meningkat di Indonesia. Mencuci tangan dengan tepat dengan menggunakan sabun dapat mengurangi risiko terpaparnya Covid 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Mencuci Tangan dalam pencegahan Covid 19 Pada Murid SDN 178 Belau Di Lembang Belau Utara Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja Tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional dengan pendekatan cross Sectional, Jumlah sampel sebanyak 85 responden yang mewakili dari populasi. Pengambilan sampel dengan total Sampling. data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan diuji secara Statistic Pearson Chi Square dengan bantuan Program Computer SPSS Versi 21, Dan disajikan dalam narasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Hasil penelitian ini diperoleh mayoritas umur yaitu perempuan sebanyak 50 orang (58,8 %), mayoritas dengan tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 82 orang (96,55%), mayoritas dengan sikap yang positif sebanyak 59 orang ( 69,4 %) dan mayoritas yang patuh dalam mencuci tangan sebanyak 71 orang (83,5%). Dari hasil uji Statistik fisher’s excat test di peroleh Nilai P= 0,069 (pengetahuan) dan Nilai P= 0,114 (sikap) yang lebih besar dari nilai α=0,05 yang secara statistik hipotesis di tolak. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan mencuci tangan dalam pencegahan COVID 19 pada murid SDN 178 Belau di Lembang Belau Utara Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja tahun 2020.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEBIASAAN MINUM MINUMAN KERAS PADA REMAJA KELAS XI DI SMKN IV TORAJA UTARA TAHUN 2024 Handayani Mangapi, Yahya; Almar, Junelty; Paka, Agnes
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman keras dapat menyebabkan penurunan kesadaran, dan jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan mental seperti berpikir, merasakan dan bersikap. Penyalahgunaan miras memiliki dampak pada konsep diri dan harga diri yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan kebiasaan minum minuman keras pada remaja kelas XI di SMKN IV Toraja Utara Tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menekankan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas XI berjumlah 92 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji statistik Chi-Square dengan tingkat ketelitian 5% (0,05). Distribusi karakteristik remaja menunjukan yang memiliki konsep diri positif sebanyak 47 orang (51,1%) dan konsep diri negatif sebanyak 45 (48,9%), kebiasaan minum minuman keras mayoritas kebiasaan buruk sebanyak 63 orang (68,5%). Konsep diri dengan kebiasaan minum minuman keras (Chi-Square) p-value=0,00 (p<α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan konsep diri dengan kebiasaan minum minuman keras pada remaja kelas XI di SMKN IV Toraja Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada remaja untuk mempertahankan konsep diri yang baik dan berperilaku positif dan menurunkan kebiasaan minum minuman keras.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF EFFICACY PADA REMAJA DI SMPN 2 TORAJA UTARA TAHUN 2024 Dwi Wahyuni Ambali, Defyanti; Banne Allo, Ludia; Almar, Junelty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara orang tua dengan anak sangat ditentukan oleh sikap orang tua dalam mengasuh anak. Setiap orangtua memiliki cara pengasuhan yang berbeda serta akan menghasilkan kemandirian yang berbeda pada tiap anak sehingga awal dari pertumbuhan self-efficacy dipusatkan pada orang tua. Self-efficacy sebagai keyakinan individu tentang kemampuannya dan tentang dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan self-efficacy pada remaja di SMPN 2 Toraja Utara Tahun 2024. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain deskripsi analitik dengan pendekatan menggunakan cross sectional study. Teknik pengambilan partisipan pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher. Hasil penelitian ini adalah responden dengan pola asuh otoriter sebanyak 1 orang (2,3%) dan memiliki self efficacy tinggi, sementara itu responden dengan pola asuh demokratis sebanyak 42 orang (97,7%) dimana yang memiliki self efficacy tinggi sebanyak 40 orang (93%) dan yang memiliki self efficacy sedang sebanyak 2 orang (4,7%). Dari hasil Uji Fisher didapatkan nilai p = 1,000 sedangkan α = 0,05 dimana p>α yang berarti bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pola asuh dengan self efficacy pada remaja di SMPN 2 Toraja Utara Tahun 2024 atau Ha ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan self-efficacy pada remaja di SMPN 2 Toraja Utara tahun 2024 dimana p=1,000 yang menunjukkan p>α (0,05). Disarankan kepada orang tua agar meningkatkan pemahaman tentang bagaimana menerapkan pola asuh yang baik kepada anaknya, karena didikan dari orang tua sangat mempengaruhi proses pembentukan self-efficacy pada anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU DENGAN KEPATUHAN IMUNISASI PADA BALITA DI LEMBANG TONDON WILAYAH KERJA PUSKESMAS TONDON KAB. TORAJA UTARA TAHUN 2021 Almar, Junelty; Sampe, Lusiana; Manguma, Etty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi sangat penting diberikan pada anak sejak lahir untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan pada bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Masih belum optimalnya cakupan imunisasi di beberapa daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan serta nilai–nilai. hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan imunisasi pada balita di lembang Tondon wilayah kerja Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Retrospektif dengan pendekatan cross sectional yang merupakan pendekatan dimana pengambilan data variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di lembang Tondon sebanyak 97 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Aprili-Agustus 2021. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan buku KMS balita Analisis yang digunakan Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang imunisasi, mayoritas kategori baik sebanyak 60 responden (61,9%), Motivasi ibu dalam pemberian imunisasi mayoritas pada kategori tinggi sebanyak 71 responden (65,9%), dan Kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi pada balita mayoritas kategori patuh sebanyak 63 (64,9). Hasil analisis didapatkan ada Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dengan Kepatuhan Imunisasi Pada Balita Di Lembang Tondon Wilayah Kerja Puskesmas Tondon Kab. Toraja Utara Tahun 2021. Pada variabel pengetahuan nilai p value : 0,002 (< 0,05) dan pada variabel motivasi nilai p value : 0,000 (< : 0,05). Disarankan perlu adanya pendidikan kesehatan khususnya pada keluarga, karena keluarga memiliki peran utama sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan anggota keluarga, salah satunya dengan memberikan imunisasi dasar secara lengkap dan tepat waktu pada anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI LEMBANG TONDON KECAMATAN TONDON KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Almar, Junelty; Bannepadang, Catherina; Sumule, Aldayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka sistolik atau bagian atas dan angka diastolik atau bagian bawah pada pemeriksaan tekanan darah yang menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa ataupun digital lainnya. Salah satu faktor resiko yang paling sering berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal atau tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024. Desain penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia berjumlah 54 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji dengan statistik fisher’s exact test. Distribusi karakteristik lansia menunjukan mayoritas lansia berpengetahuan rendah sebanyak 50 orang (92,6%), pengetahuan tinggi sebanyak 0 orang (0,0%), kepatuhan diet hipertensi tidak patuh sebanyak 50 responden (92,6%), sikap dengan kepatuhan diet hipertensi (Fisher’s Exact Test) p=0,000 (p<α) dan pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi (Fisher Exact Test) p=1, 000 (p>α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024 dan ada hubungan sikap dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Lembang Tondon Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada seluruh lansia untuk lebih memperhatikan kepatuhan diet hipertensi atau mencegah hipertensi dengan mengatur aktivitas dan selalu melakukan kontrol diet hipertensi setiap awal bulan sekali di puskesmas.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMPN 1 BALUSU TAHUN 2024 Pawellangi, Ervinarto; Almar, Junelty; Gayatri Sujadi, Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan salah satu komponen generasi muda yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa, yang menjadi salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 rentang usia remaja antara 10-19 tahun total 44316,2 jiwa 16,25% dari total penduduk 272682,5 jiwa. Tujuan: untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang Kesehatan reproduksi. Metode: Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Balusu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri di SMPN 1 Balusu kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah semua remaja putri kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri berusia 13 tahun yaitu 27 orang (42.2%) dan mayoritas responden kelas VIII sebanyak 33 orang (51.6%). Tingkat pengetahuan tinggi remaja putri SMPN 1 Balusu sebanyak 8 responden (12.5%) dan responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 56 responden (87.5%). Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan baik masih sedikit sehingga remaja diharapkan untuk lebih proaktif lagi dalam mencari informasi yang akurat dan terpercaya tentang kesehatan reproduksi seperti dari media massa, internet dan juga melalui sumber informasi lain, seperti dari petugas kesehatan dan orang tua agar tidak terjerumus ke arah perilaku yang menyimpang.