Mencanda, Kriswan Mencanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PERILAKU TIGA ANCAMAN DASAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (TRIAD KRR) PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 4 TORAJA UTARA TAHUN 2024 Reni Ranteallo, Regina; Palamba, Agustina; Mencanda, Kriswan Mencanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa penelusuran jati diri ditambah dengan efek globalisasi dan isu-isu ketiadaan pengawasan menimbulkan perilaku tidak sehat pada remaja yang mengimbas kepada tiga ancaman dasar (Triad) kesehatan reproduksi remaja (KRR) seperti seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza. Faktor yang mempengaruhi perilaku seksual adalah kurangnya pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja (Triad KRR) pada siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Toraja Utara Tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menekankan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas XI berjumlah 92 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel didapatkan berjumlah 75 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Guttman dan Likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji statistik Chi-Square dengan tingkat ketelitian 5% (0,05). Distribusi karakteristik remaja menunjukkan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 43 responden (57,3%), sikap remaja mayoritas memiliki sikap positif sebanyak 51 responden (68,0%) dan perilaku Triad KRR mayoritas memiliki perilaku negatif sebanyak 43 responden (57,3%). Tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku Triad KRR (Chi-Square) p-value = 0,012 (p<α) dan sikap remaja dengan perilaku Triad KRR (Chi-Square) p-value = 0,034 (p<α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja (Triad KRR) pada siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Toraja Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja (Triad KRR) sehingga dapat terhindar dari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan reproduksi
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Nefroblastoma Dengan Pola Napas Tidak Efektif Di Ruang Anak Non-Infeksius RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Handayani Mangapi, Yahya; Mencanda, Kriswan Mencanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nefroblastoma atau yang disebut tumor Wilms juga merupakan keganasan ginjal yang paling sering pada anak. Tumor Wilms mencakup 5% dari seluruh keganasan pada anak. Sekitar 85% keganasan primer ginjal pada anak adalah tumor Wilms. Kebanyakan anak dengan tumor Wilms terdiagnosis antara usia 1-5 tahun, dengan usia tersering pada 3 tahun. Untuk mampu melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien nefroblastoma di ruang perawatan anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan nefroblastoma, instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian anak dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu pola napas tidak efektif, kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk mengurangi sesak napas yang dirasakan. Implementasi keperawatan dilakukan dengan observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil evaluasi pada pasien yaitu pola napas tidak efektif teratasi sebagian dengan kriteria hasil keluhan sesak napas menurun, penggunaan otot bantu napas menurun, pola napas normal dan fase ekspirasi membaik dengan frekuensi napas dari 37x/menit menjadi 19x/menit. Dalam penelitian ini dilakukan tindakan dukungan ventilasi yaitu memberikan posisi semi fowler atau melakukan kolaborasi pemberian terapi oksigenasi dengan menggunakan simple mask. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien Nefroblastoma.