Pujiastuti, Nawang
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Latihan Slow Deep Breathing dengan Kombinasi Aromatherapy Mawar Pada Keluarga Hipertensi di Kelurahan Kebon Pala Rara Nindita; Amri, Khaerul; Pujiastuti, Nawang
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/dhd8qw88

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, serta berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terkontrol. Intervensi nonfarmakologis, seperti Slow Deep Breathing (SDB) dan aromaterapi mawar, diketahui dapat memberikan efek relaksasi yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian latihan Slow Deep Breathing yang dikombinasikan dengan aromaterapi mawar pada individu dengan hipertensi ringan dalam konteks keluarga di RW 10 Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif pre-post terhadap dua partisipan perempuan berusia 55 tahun dan 59 tahun yang dipilih secara purposive. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 15 menit pada setiap sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital sebelum sesi intervensi pertama dan setelah hari ketiga intervensi. Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah partisipan pertama menurun dari 150/81 mmHg menjadi 134/75 mmHg, sedangkan partisipan kedua menurun dari 153/100 mmHg menjadi 135/89 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 13,7 mmHg dan diastolik sebesar 5,8 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan Slow Deep Breathing yang dikombinasikan dengan aromaterapi mawar berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi ringan. Namun, karena jumlah partisipan sangat terbatas dan durasi intervensi singkat, hasil penelitian ini perlu dipahami sebagai temuan awal dan masih memerlukan konfirmasi melalui penelitian dengan sampel yang lebih besar serta desain yang lebih kuat.   Hypertension is a health problem characterized by systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure of ≥90 mmHg and may lead to serious complications if not properly controlled. Non-pharmacological interventions, such as Slow Deep Breathing (SDB) and rose aromatherapy, are known to induce relaxation and may help reduce blood pressure. This preliminary study aimed to describe changes in blood pressure before and after the implementation of Slow Deep Breathing combined with rose aromatherapy in individuals with mild hypertension within a family setting in RW 10, Kebon Pala, East Jakarta. The study used a descriptive pre-post approach involving two female participants aged 55 and 59 years who were selected purposively. The intervention was administered for three consecutive days, with each session lasting 15 minutes. Blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer before the first intervention session and after the third day of intervention. The results showed that the first participant’s blood pressure decreased from 150/81 mmHg to 134/75 mmHg, while the second participant’s blood pressure decreased from 153/100 mmHg to 135/89 mmHg. The average reduction in systolic and diastolic blood pressure was 13.7 mmHg and 5.8 mmHg, respectively. These findings suggest that Slow Deep Breathing combined with rose aromatherapy may help reduce blood pressure in individuals with mild hypertension. However, due to the very limited number of participants and the short duration of intervention, these findings should be interpreted as preliminary and require further confirmation through studies with larger samples and more rigorous designs.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Tekanan Darah pada Keluarga Lansia Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi di Kelurahan Kebon Pala Priyanjani, Desinta Putri; Amri, Khaerul; Pujiastuti, Nawang
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/frgjv738

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak terjadi pada lansia. Selain pengobatan farmakologis, penanganan hipertensi juga dapat dilakukan secara non-farmakologis, salah satunya dengan senam yoga yang terbukti membantu menurunkan tekanan darah melalui teknik pernapasan, relaksasi, dan gerakan tubuh. Tujuan mengetahui pengaruh senam yoga terhadap tekanan darah pada keluarga lansia dengan masalah hipertensi di RW 10 Kelurahan Kebon Pala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua individu pada keluarga dengan masalah Kesehatan hipertensi, yaitu Ny. T 71 tahun dan Ny. R 60 tahun, yang mengalami hipertensi ringan. Intervensi berupa senam yoga dilakukan selama dua minggu dengan frekuensi dua kali per minggu selama 30 menit. Data instrumen yang digunakan pada penelitian ini tensimeter digital dan lembar observasi tekanan darah. Hasil: Sebelum dilakukan senam yoga, tekanan darah Ny. T adalah 152/95 mmHg dan Ny. R sebesar 151/90 mmHg. Setelah intervensi, tekanan darah menurun menjadi 146/90 mmHg (Ny. T) dan 144/90 mmHg (Ny. R). Terdapat penurunan rerata tekanan darah sistolik sebesar 10 mmHg dan diastolik 21 mmHg. Terapi senam yoga memberikan pengaruh positif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mendukung pengelolaan hipertensi pada keluarga lansia.   Hypertension is one of the degenerative diseases that commonly occurs in the elderly and can increase the risk of various health complications. In addition to pharmacological treatment, hypertension management can also be  carried out through non-pharmacological approaches, one of which is yoga exercise, which can help reduce blood pressure through breathing techniques, relaxation, and body movements. This study aimed to determine the effect of yoga exercise on  blood pressure in elderly families with hypertension in RW 10, Kebon Pala Village. This study used a descriptive case study design with a pre-test and post-test approach involving two individuals in a family with hypertension, namely Mrs. T (71 years old) and Mrs. R (60 years old) who experienced mild hypertension. The intervention in the form of yoga exercise was conducted for two weeks with a frequency of four sessions, each lasting 30 minutes. The research instruments used were a digital sphygmomanometer and a blood pressure observation sheet. The results showed that before the intervention (pre-test), the blood pressure of Mrs. T was 152/95 mmHg and Mrs. R was 151/90 mmHg. After the yoga exercise intervention for two weeks (post- test), the blood pressure decreased to 132/80 mmHg for Mrs. T and 130/80 mmHg for Mrs. R. The conclusion of this study indicates that yoga exercise has a positive effect   in reducing blood pressure in elderly patients with hypertension. This intervention can be used as a safe and effective non-pharmacological alternative therapy to support hypertension management in elderly families
Implementasi Terapi Minuman Rebusan Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Keluarga Dengan Gout Arthritis di Kelurahan Halim Perdanakusuma Puspitasari, Tanaya; Pujiastuti, Nawang; Khaerul Amri
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/f2kbxm44

Abstract

Penyakit asam urat atau gout arthitis adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal. Asam urat tinggi dapat terjadi bila tubuh terlalu banyak purin. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi mana pun, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki. Banyak metode pengobatan untuk mengobati asam urat dengan farmakologi atau non farmakologi. Sebagai tanaman obat, daun salam (Syzygium polyanthum wight) dapat menurunkan kadar hiperurisemia dalam darah. Tanin, minyak atsiri, dan komponen flavonoid yang terdapat pada daun salam dapat membantu meringankan artritis gout. Ikatan rangkap struktur flavonoid memungkinkan mengendalikan metabolisme asam urat dengan mengikat aktivitas proses degradasi purin. Untuk lebih membantu menghilangkan kelebihan asam urat, tanin dan minyak esensial dapat meningkatkan produksi urin oleh ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan dua pasien gout arthitis ditandai dengan peningkatan asam urat di kelurahan halim Perdanakusuma dengan subjek responden yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah dilakukan pemberian terapi non-farmakologi rebusan air daun salam selama 4 hari pasien menunjukkan adanya perubahan kadar asam urat pada responden ke-1: 8,3 mg/dl menjadi 5,6 mg/dl dan responden ke-2: 8,5 mg/dl menjadi 3,9 mg/dl. Terapi pemberian Rebusan Air Daun Salam dapat menurunkan Kadar Asam Urat pada keluarga yang menderita asam urat.   Gouty Arthritis is a type of arthritis that occurs due to the accumulation of crystals. High uric acid can occur when the body has too much purine. This condition can occur in any joint, such as in the toes, ankles, knees, and most often in the big toe. There are many treatment methods for treating gout with pharmacology or non-pharmacology. As a medicinal plant, bay leaves (Syzygium polyanthum wight) can reduce hyperuricemia levels in the blood. Tannins, essential oils, and flavonoid components found in bay leaves can help relieve gouty arthritis. The double bond of the flavonoid structure allows it to control uric acid metabolism by binding to the activity of the purine degradation process. To further help eliminate excess uric acid, tannins and essential oils can increase urine production by the kidneys. The purpose of this study was to determine the effect of bay leaf boiled water therapy on reducing uric acid levels. Method: The type of research that will be applied in this study is descriptive with a case study approach. This study used patients suffering from gout in Halim Perdanakusuma sub-district with 2 respondent subjects who had met the inclusion and exclusion criteria. After being given non-pharmacological therapy of boiled bay leaf water for 4 days, the patient showed a change in uric acid levels in the 1st respondent from 8.3 mg/dl to 5.6 mg/dl and the 2nd respondent from 8.5 mg/dl to 3.9 mg/dl. Therapy of Bay Leaf Water Decoction can reduce Uric Acid Levels in families suffering from gout.