Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertanggungjawaban Pidana terhadap Affiliator Judi Online (Studi Putusan Nomor: 871/Pid.Sus/2022/PN.Tjk) Putri, Sarah Adinda; Maroni; Fardiansyah, Ahmad Irzal
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.4390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji terkait dengan pertanggungjawaban affiliator judi online yang salah satu tugas affiliator adalah memasarkan atau mempromosikan layanan perjudian yang disediakan melalui platform online, melalui iklan di internet, media sosial, situs website dan lainnya. Affiliator dijadikan alat oleh Bandar judi online dengan strategi pemasarannya yang cerdik dapat menarik perhatian dengan menunjukkan tawaran-tawaran yang menggiurkan, mengakibatkan banyak masyarakat tergoda untuk mencoba keberuntungan. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian normatif-empiris atau jenis penelitian doktrinal-non doktrinal, di mana adanya unsur penggabungan dua jenis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dalam Putusan No. 871/Pid.Sus/2022/PN.Tjk menunjukkan pertanggungjawaban pidana terhadap affiliator dalam Putusan ini menegaskan bahwa tindakan memfasilitasi atau mempromosikan konten perjudian online dapat dijerat secara pidana berdasarkan UU ITE dan KUHP berupa pidana penjara dan denda. Arah putusan hakim dalam perkara Nomor 871 Pid.Sus/2022/PN.Tjk terhadap tujuan Pemidanaan secara prinsip sudah mengarahkan kepada tujuan pemidanaan yaitu pembalasan berupa pemberian hukuman pidana penjara dan denda. Akan tetapi hukuman yang diberikan belum sejalan dengan ketentuan yang terdapat dalam KUHP dan UU ITE.
Diskresi Pejabat Administrasi Dalam Pelayanan Publik Terhadap Batasan Dan Pengawasan Diskresi Putri, Sarah Adinda; Triono, Agus; Kasmawati, Kasmawati
Lex Stricta : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/lexstricta.v4i1.1427

Abstract

Violence against children is a form of human rights violation that requires serious handling, especially when committed by perpetrators who are recidivists. In the context of criminal law in Indonesia, the aggravation of punishment against perpetrators of child abuse who repeat their actions is still not explicitly regulated in the applicable regulations. In fact, the aggravation of punishment against recidivists is an important step to strengthen the legal protection of children. This research aims to examine the urgency and contribution of aggravated punishment in order to provide more effective legal protection for children as a vulnerable group. Through a normative juridical approach, it is found that the aggravation of punishment for recidivists does not only create a deterrent effect, but also serves as a preventive effort, the formation of a legal culture, and the enforcement of substantive justice. The state has a moral and legal responsibility to tackle violence against children through legal instruments that are clear, firm, and oriented towards victim protection. Therefore, it is necessary to reformulate criminal law policies that explicitly regulate the aggravation of sanctions for recidivists of violence againstĀ children so that the criminal justice system can work more effectively, fairly, and humanistically.