Zakiyyatunnisa, Nida Nadia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAKWAH MUJADALAH HABIB JA'FAR TENTANG MODERASI BERAGAMA Zakiyyatunnisa, Nida Nadia; Khotimah, Khusnul
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Komunikasi dan Desain Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an-nida.v17i1.7915

Abstract

Penelitian ini mengkaji dakwah mujadalah Habib Ja’far dalam moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dakwah mujadalah yang dilakukan oleh Habib Ja’far dengan salah satu pemuka agama kristen Pendeta Marchel dalam konteks moderasi beragama dengan fokus pada isi dialog yang disampaikan di konten youtubenya pada channel jeda nulis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kepustakaan serta teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten youtube jeda nulis dilengkapi dengan studi dokumentasi. Temuan dari dialog yang telah dianalisis menunjukkan bahwa Habib Ja’far mengaplikasikan prinsip dakwah mujadalah dengan Pendeta Marchel yakni saling menghormati dan menghargai, mencari kebenaran bersama, menerima pendapat, menguasai akar permasalahan, tidak menyinggung perasaan, serta memiliki rasa persaudaraan dan kasih sayang yang memuat nilai penting dari moderasi beragama yakni tawassuth, tawazun, ta’adul, tasamuh, musawah, dan syura. Implikasi dari penelitian adalah mengintegrasikan teori mujadalah dengan teori moderasi beragama, serta meningkatkan dan memberikan pemahaman kepada umat muslim maupun non muslim tentang moderasi beragama.
Konglomerasi Media Digital dan Dampaknya terhadap Independensi Informasi: Kajian Kritis Ansoriah, Sitti; Zakiyyatunnisa, Nida Nadia; Saefulloh, Aris
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.6960

Abstract

Abstrak. Lanskap informasi Indonesia telah diubah oleh kapitalisme media, yang ditandai dengan dominasi konglomerasi dan kepemilikan media. Tujuan dari studi ini adalah untuk mempelajari bagaimana konglomerasi media digital mempengaruhi independensi media, keberagaman informasi, dan dampaknya terhadap proses demokratisasi. Studi ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dari sumber-sumber sekunder antara tahun 2018 dan 2025 dengan bertumpu pada asumsi teori ekonomi politik media dan pendekatan kritis analisis wacana (CDA). Studi menunjukkan bahwa konglomerasi media menyebabkan konten yang homogen, pemberitaan yang bias, dan pengaruh kepentingan ekonomi-politik pemilik media terhadap bagaimana informasi dikonsumsi publik. Akibatnya, masyarakat tidak memiliki akses ke informasi yang beragam dan independen, yang merupakan bagian penting dari demokrasi. Studi ini menekankan betapa pentingnya membuat peraturan yang ketat untuk kepemilikan media dan mendukung media independen untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan inklusif. Abstract. Indonesia's information landscape has been transformed by media capitalism, characterized by the dominance of media conglomeration and ownership. The purpose of this study is to examine how digital media conglomeration affects media independence, information diversity, and its impact on the democratization process. This study uses a qualitative method based on literature studies from secondary sources between 2018 and 2025 based on the assumptions of media political economy theory and the critical discourse analysis (CDA) approach. The study shows that media conglomeration causes homogeneous content, biased reporting, and the influence of media owners' economic-political interests on how information is consumed by the public. As a result, the public does not have access to diverse and independent information, which is an important part of democracy. This study emphasizes the importance of establishing strict regulations for media ownership and supporting media independence to create a healthy and inclusive information ecosystem.