Abstrak. Kemampuan bahasa pada anak usia dini sangatlah penting dalam mendukung perkembangan aspek kognitif, sosial, dan emosional. Namun, di PAUD Al-Ihsan Bogor, ditemukan bahwa beberapa anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan mengekspresikan ide mereka. Hal ini menunjukkan perlunya metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode bercerita sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini, khususnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta analisis faktor pendukung dan hambatan di PAUD Al-Ihsan Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan siswa kelompok A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita mencakup empat tahapan utama, yaitu: 1) Perencanaan kegiatan meliputi pemilihan cerita yang sesuai dengan usia anak, penggunaan media pendukung seperti boneka dan buku bergambar, serta penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH); 2) Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terjadwal dengan tema variatif dan menggunakan pendekatan ekspresif untuk menarik minat anak; 3) Evaluasi dilakukan dengan mengamati respons anak, seperti kemampuan mengulang cerita, memahami kosakata baru, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi; 4) Faktor pendukung meliputi keterampilan guru dan media pembelajaran yang menarik, sedangkan hambatan mencakup kurangnya pemahaman orang tua terhadap metode ini dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Abstract. Language skills in early childhood are crucial for supporting cognitive, social, and emotional development. However, in PAUD Al-Ihsan Bogor, it was found that some children experience difficulties in communicating and expressing their ideas. This highlights the need for an effective teaching method to enhance children's language abilities. Therefore, the objective of this study is to analyze the application of storytelling as an effective strategy to improve early childhood language skills, focusing on the stages of planning, implementation, evaluation, and analysis of supporting and inhibiting factors at PAUD Al-Ihsan Bogor. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The data sources consisted of the school principal, class teachers, and group A students. The results of the study revealed that the application of the storytelling method comprises four main stages: 1) Planning activities, including selecting stories appropriate for the children’s age, using supporting media such as puppets and picture books, and preparing daily lesson plans (RPPH); 2) Implementing activities on a scheduled basis with varied themes and using expressive approaches to engage children’s interest; 3) Evaluation by observing children’s responses, such as their ability to retell stories, understand new vocabulary, and actively participate in discussions; 4) Supporting factors include teachers’ skills and engaging learning media, while inhibiting factors involve a lack of parental understanding of the method and a social environment that does not fully support it.