Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa Perempuan Di Desa Kauman Kabupaten Bojonegoro Dewi Nur Rohmah; Miftahul Huda; Cahya Lukito
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24322

Abstract

Studi ini akan menyelidiki strategi kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh kepala desa perempuan di Desa Kauman, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, akan dibahas bagaimana masyarakat melihat peran perempuan dalam kepemimpinan dan bagaimana masyarakat melihat peran perempuan tersebut. Studi kasus ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individu terhadap kepemimpinan transformasional ditunjukkan melalui analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa perempuan di Desa Kauman yang memiliki kepemimpinan transformasional telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, melakukan inovasi untuk mendorong masyarakat, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat melalui sikap terbuka dan empati. Program seperti pelatihan hidroponik dan pemasaran digital telah terbukti dapat meningkatkan sumber daya manusia desa. Ini juga menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kemampuan yang sama untuk menjadi pemimpin, dan ini dapat memecahkan stereotip tentang gender.
Dynamic Governance Melalui Whistleblowing System Sebagai Pengendali Gratifikasi Didesa Kauman Sofitasari; Ahmad Taufiq; Cahya Lukito
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) sebagai bagian dari Whistleblowing System di Desa Kauman, Kabupaten Bojonegoro, yang diluncurkan pada September 2023. Sistem ini diperkenalkan sebagai mekanisme pengendalian gratifikasi dan pencegah korupsi di tingkat pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi di lapangan. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan kontribusi UPG terhadap aspek tata kelola transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan desa, mengurangi kemungkinan terjadinya gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang. Akan sangat efektif juga dalam partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan dugaan praktik gratifikasi untuk memperkuat sistem pengendalian di desa. Namun, tantangan resistensi budaya dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang apa itu whistleblowing belum dapat diatasi. Kesimpulannya adalah UPG memang menunjukkan janji sebagai instrumen yang efektif dalam memantau gratifikasi dan dapat direplikasi di desa lain untuk tata kelola yang lebih baik yang bersih dan akuntabel.
Agile Governance for Achieving Corruption-Free Areas: Case Study on Digital-Based Services at Padangan Hospital Melvi Noviza; Ana Kumalasari; Cahya Lukito; Husny Gibreel Musa Saleh
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 4 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i4.6761

Abstract

The increase in corruption cases in the health sector not only disrupts the effectiveness of national health programs but also threatens the continuity and quality of healthcare services for the community. Good and rapid governance is needed, namely Agile Governance. The objective of this research is to provide strategic recommendations for the development of a more effective and efficient governance system in the hospital environment, as well as to enhance public trust in the healthcare services provided. This research is motivated by the importance of digital-based healthcare services in enhancing efficiency and transparency in the public sector, as well as reducing the potential for deviations and corruption. RSUD Padangan has received recognition for its implementation of risk management and cultural competence, making it a model hospital in the application of digital-based services. The method used in this research is qualitative with a case study approach according to Creswell (2015). Data collection was conducted using primary and secondary data. The main focus of this research is to analyze how the implementation of agile governance can enhance transparency and accountability in public services, as well as reduce the potential for corruption in the health sector. The research results show that the implementation of agile governance principles by RSUD Padangan successfully increased patient satisfaction and strengthened public trust in healthcare services. The implementation of digital services, cooperation with local government, and readiness to face emergency situations are key to achieving a corruption-free region status.