Stunting didefinisikan sebagai kondisi status gizi balita yang memiliki panjang atau tinggi badan yang tergolong kurang jika dibandingkan dengan umur dimana pengukuran dilakukan menggunakan standar petumbuhan anak dari WHO, yaitu dengan interpretasi stunting jika lebih dari minus dua standar deviasi median (Widanti, 2016). Stunting patut mendapat perhatian lebih karena dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, terutama risiko gangguan perkembangan fisik dan kognitif apabila tidak segera ditangani dengan baik (Angraini et al., 2021). Prevalensi kejadian stunting di Kota Pekalongan tahun 2024 sebesar 17,68%. Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan penurunan lebih lanjut hingga mencapai 12%. Intervensi untuk mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini, agar remaja memiliki persiapan sebagai calon ibu. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 1 Kota Pekalongan dengan melibatkan 48 remaja putri. Peningkatan pengetahuan remaja akan dilakukan dengan pendekatan studi kasus, diskusi kelompok, ceramah dan simulasi. Hasil: Terjadi peningkatan skor pengetahuan 40,89 antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Simpulan: Edukasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting.