Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation between stress and primary dysmenorrhea at SMAN 4 Kediri Putri, Diana Rahmatul; Wijayanti, L.A; Titisari, Ira
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v13i2.1185

Abstract

Introduction: The physiological disorder experienced by most women in Indonesia every month is primary dysmenorrhea (60-70%). The incidence of primary dysmenorrhea was experienced by female students at SMAN 4 Kediri City, as many as (90.8%) of all female students. One factor is stress. Objective: Determine the relationship between stress and the incidence of primary dysmenorrhea at SMAN 4 Kediri City. Methods: This research used the Analytical research design correlation with a cross-sectional approach, a population of 258 students, and a simple random sampling with a sample of 39 female students. The instrument used was questionnaires, with Spearman rank correlation analysis. Result: The results of this study were moderate stress 28.2% and moderate pain dysmenorrhea 53.8%. Statistical tests showed the correlation coefficient of Spearman rank sig value was 0.030; there was a significant relationship with a reasonably strong relationship strength of 0.347. Stress is the cause of dysmenorrhea to prevent dysmenorrhea can be minimized by preventing stress. Conclusion: the higher the stress, the higher the risk of dysmenorrhea in female students at SMAN 4 Kediri City. The higher the stress level experienced by female students, the greater their risk of experiencing dysmenorrhea (menstrual pain). This suggests that psychological factors such as stress can affect physical health conditions, particularly related to menstrual disorders in adolescent girls. To reduce the risk of dysmenorrhea, it is important to pay attention to stress management in students.
Efektivitas Edukasi Perawatan Payudara Terhadap Kemampuan Pencegahan Puting Lecet Pada Ibu Hamil Trimester III Nurwijayati, Mufalikha Lingga; Hardjito, Koekoeh; Wijayanti, L.A; Indriani, Ririn
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.430

Abstract

Proses menyusui seringkali mengalami hambatan, salah satunya adalah puting lecet yang menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Menurut data UNICEF, sebanyak 17.230.142 ibu mengalami masalah menyusui, dengan 56,4% di antaranya mengalami puting lecet. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi seperti peradangan, infeksi, hingga penyapihan dini yang menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Di Indonesia, cakupan ASI eksklusif mencapai 73,97%, sedangkan 26,03% ibu tidak dapat menyusui secara eksklusif. Puting lecet dapat dicegah melalui teknik menyusui dan perawatan payudara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan payudara terhadap kemampuan pencegahan puting lecet pada ibu hamil trimester III. Edukasi dilakukan menggunakan metode demonstrasi dengan media phantom. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 48 ibu hamil trimester III, dengan pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling dalam metode non-probability sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi terhadap peningkatan kemampuan pencegahan puting lecet. Edukasi perawatan payudara terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menyusui, sehingga masalah puting lecet dapat dicegah dan tujuan pemberian ASI eksklusif dapat tercapai.