Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Desain Penelitian Narrative Research & Grounded Theory Nabila Azmi Lubis; Yunita Febrianti; Rena Hari Saputri; Lala Indri Artika
Jurnal Zeniusi Vol 2 No 1 (2025): Vol II. No I. June 2025
Publisher : Insan Zenius Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70821/zj.v2i1.45

Abstract

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang bertujuan untuk memahami realitas sosial, perilaku manusia, serta makna yang terkandung di dalamnya melalui perspektif subjek yang diteliti. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang menekankan pada angka dan generalisasi, penelitian kualitatif lebih mengedepankan kedalaman pemahaman dan interpretasi makna. Dalam penelitian kualitatif, terdapat berbagai desain yang dapat digunakan, di antaranya Narrative Research dan Grounded Theory yang sering menjadi pilihan utama bagi peneliti yang ingin menggali fenomena kompleks. Narrative Research berfokus pada cerita atau narasi yang disampaikan oleh individu, dengan tujuan mengungkap makna personal, pengalaman hidup, dan interpretasi subjektif seseorang atas peristiwa yang dialaminya. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha memahami bagaimana individu memaknai kehidupannya, serta bagaimana pengalaman itu membentuk identitas dan perilaku mereka. Sementara itu, Grounded Theory bertujuan membangun teori yang benar-benar lahir dari data lapangan melalui pendekatan induktif. Peneliti mengumpulkan data tanpa membawa teori awal dan secara bertahap membentuk kategori, konsep, hingga akhirnya menghasilkan teori yang dapat menjelaskan fenomena yang diteliti. Proses ini melibatkan pengumpulan dan analisis data yang berulang melalui teknik pengkodean terbuka, aksial, dan selektif. Artikel ini tidak hanya membahas pengertian dan karakteristik dari kedua desain tersebut, tetapi juga mengulas jenis-jenis penelitian, ciri-ciri khas, keunggulan, perbedaan esensial, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapannya. Tantangan tersebut antara lain kesulitan dalam memperoleh narasi yang autentik, potensi subjektivitas peneliti, hingga kompleksitas dalam proses pengembangan teori. Artikel ini disusun melalui studi pustaka dan analisis deskriptif yang bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana dan kapan Narrative Research serta Grounded Theory dapat diterapkan secara tepat dalam penelitian kualitatif
RANGKAIAN PROSES SUPERVISI PENDIDIKAN DAN TIPE-TIPE PELAKSANAANNYA Siti Nurlailasari Agustina; Rena Hari Saputri; Imanuddin Muhaimin; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2045

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan salah satu elemen strategis dalam sistem pendidikan yang berfungsi memastikan kualitas pembelajaran melalui pemantauan, pembinaan, dan peningkatan profesionalisme pendidik secara berkelanjutan. Proses supervisi pendidikan tidak hanya sekadar kegiatan pengawasan, tetapi mencerminkan suatu rangkaian sistematis yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta tindak lanjut yang bersifat konstruktif dan partisipatif. Dalam konteks ini, proses supervisi memiliki beberapa fungsi penting seperti fungsi pengembangan, evaluatif, administratif, dan motivasional yang secara holistik mendukung terciptanya iklim pembelajaran yang efektif dan efisien. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kinerja guru, pengembangan kompetensi profesional, serta penciptaan budaya kerja kolaboratif. Proses supervisi pendidikan sendiri meliputi langkah-langkah strategis seperti identifikasi kebutuhan, penyusunan rencana supervisi, pelaksanaan kegiatan, evaluasi hasil, dan refleksi perbaikan. Terdapat berbagai tipe pelaksanaan supervisi pendidikan seperti supervisi klinis, artistik, kolaboratif, dan ilmiah yang masing-masing memiliki karakteristik dan pendekatan tersendiri dalam memberdayakan potensi pendidik. Pemahaman komprehensif mengenai rangkaian proses ini penting untuk membangun sistem pendidikan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
SINTESIS PERBANDINGAN PENDIDIKAN: PENGERTIAN, TUJUAN, DAN IMPLEMENTASINYA Rena Hari Saputri; Muhammad Wisnu; Riza Wahyuni Sinaga; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xcpbn550

Abstract

Penelitian ini membahas sintesis perbandingan pendidikan sebagai pendekatan integratif untuk memahami dan mengembangkan sistem pendidikan lintas negara secara lebih komprehensif. Berbasis metode kualitatif dengan studi pustaka, penelitian ini menghimpun teori, kebijakan, dan praktik pendidikan dari berbagai literatur otoritatif untuk mengidentifikasi pola, hubungan, serta relevansi konteks sosial-budaya dalam setiap sistem pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sintesis perbandingan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengenali persamaan dan perbedaan, tetapi juga sebagai sarana untuk merumuskan pemahaman baru yang lebih adaptif terhadap tuntutan global. Studi perbandingan antara Kurikulum Merdeka Indonesia dan sistem pendidikan vokasional Jerman menunjukkan potensi integrasi yang saling menguatkan, terutama dalam peningkatan kompetensi praktis, karakter, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja modern. Penelitian ini menegaskan bahwa sintesis perbandingan pendidikan dapat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti, penguatan inovasi pendidikan, dan penciptaan model pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, sintesis perbandingan pendidikan memiliki kontribusi strategis dalam membangun sistem pendidikan yang unggul, humanis, dan berdaya saing global.