Literasi sains sebagai suatu kecakapan penting pada pendidikan abad 21 diperlukan peserta didik untuk memiliki kemampuan pemikiran kritis serta kemampuan pemecahan masalah dalam konteks kehidupan. Namun, kemampuan ini belum sepenuhnya dapat terlaksana dengan baik akibat sejumlah faktor seperti kurangnya minat siswa terhadap literasi, kesulitan memahami konsep pembelajaran, dan kurangnya strategi pembelajaran yang tepat khususnya pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar. Kegiatan literasi sains dapat ditunjang dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Metode ini menyajikan kemampuan memahami konsep-konsep pembelajaran peneyelesaian permasalahan dan pengembangan pemikiran yang dilakukan bersama anggota kelompok dalam bentuk sebuah permainan antar tim. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengkaji keefektifan model kooperatif jenis Team Game Tournament terhadap kemampuan literasi sains di sekolah dasar khususnya muatan pelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan data sekunder sebagai bahan kajian. Sumber kajian penelitian yang digunakan adalah rentang waktu lima tahun terakhir. Teknik analisis data dilakukan dengan membaca, menganalisis isi bacaan, mencatat, menyintesis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan mengkaji sembilan sumber literatur dengan mengaitkan kata kunci sebagai dasar pencarian. Penerapan metode Team Game Tournament memiliki pengaruh efektif untuk mengembangkan kemampuan literasi sains pembelajaran IPAS karena pada setiap sintaksnya memiliki aspek yang melibatkan indikator literasi sains IPAS. Indikator tersebut meliputi konten, konteks, dan proses sains. Kata kunci: Literasi sains; Model kooperatif; Team Game Tournament; IPAS