Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model komunikasi adaptif guna mendukung proses pembelajaran bagi penyandang disabilitas fisik di pendidikan dasar Hiswanti; Saputra, Ruswiati Surya; Pranawukir, Iswahyu; Alfazla
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23409

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam penerapan pendidikan inklusif di tingkat dasar adalah keterbatasan keterampilan komunikasi adaptif di kalangan guru, siswa, dan orang tua, terutama dalam menghadapi kebutuhan penyandang disabilitas fisik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi adaptif yang dapat mendukung proses pembelajaran secara efektif bagi siswa dengan disabilitas fisik. Metode yang digunakan mencakup simulasi interaksi melalui teknik role play, dialog interaktif, serta sesi tanya jawab yang dirancang untuk membangun pemahaman, empati, dan keterampilan praktis dalam komunikasi inklusif. Evaluasi dilakukan melalui analisis pre-test dan post-test terhadap peserta pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep komunikasi adaptif, penggunaan alat bantu komunikasi (seperti bahasa tubuh dan media visual), serta peningkatan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan siswa penyandang disabilitas fisik. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami pendekatan komunikasi yang tepat dalam konteks disabilitas fisik, dan merasa ragu dalam membangun komunikasi dua arah. Setelah pelatihan, mayoritas peserta mampu menerapkan prinsip komunikasi adaptif secara lebih responsif dan inklusif. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam membentuk model komunikasi yang mampu menunjang proses pembelajaran inklusif di sekolah dasar.
Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia 5–6 Tahun di TK Tunas Bangsa Hiswanti; Muslihan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.3415

Abstract

Perkembangan bahasa pada masa kanak-kanak awal menjadi landasan penting bagi kemampuan anak dalam berinteraksi, memahami pesan, menyampaikan gagasan, dan mengekspresikan kebutuhan. Hasil pengamatan awal di kelompok usia 5–6 tahun TK Tunas Bangsa Pengadangan Barat menunjukkan bahwa kemampuan tersebut belum berkembang secara konsisten pada seluruh anak. Hambatan tampak ketika anak diminta menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, membentuk kalimat sederhana, maupun mengungkapkan kembali isi cerita. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui penerapan kegiatan bercerita. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan dirancang sebagai pengalaman bahasa yang aktif, yaitu anak menyimak cerita, berdialog melalui tanya jawab, lalu menyampaikan kembali isi cerita dengan ungkapan sendiri. Hasil menunjukkan bahwa capaian anak pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik meningkat dari 46% pada kondisi awal menjadi 67% pada siklus I dan 87% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa bercerita yang dilaksanakan secara interaktif dapat memperluas kesempatan anak menggunakan bahasa, meningkatkan keberanian berbicara, dan membantu anak mengorganisasi gagasan secara lisan. Dengan demikian, metode bercerita dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang praktis untuk memberikan stimulasi bahasa pada anak usia 5–6 tahun.