Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI OUTDOOR LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Karim, Nuzulia
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i2.5795

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning, which tends to be abstract and theoretical, often leads to difficulties in comprehension and a decline in students' learning motivation. Therefore, innovative learning approaches are needed to connect mathematical concepts with real-life experiences, one of which is through the implementation of outdoor learning. This study aims to systematically examine the application of outdoor learning in mathematics education through a literature review using a descriptive qualitative method. Data were collected from ten relevant research articles published within the last ten years. The data collection process involved a comprehensive literature search in academic databases using strict inclusion criteria, followed by thematic content analysis. The results indicate that outdoor learning significantly enhances students’ problem-solving abilities, critical thinking, mathematical communication, as well as their motivation and interest in learning. Moreover, the integration of outdoor learning with Problem Based Learning (PBL), STEAM approaches, and visual media has proven to enrich the learning process and facilitate students in understanding mathematical concepts contextually. The study concludes that outdoor learning is an effective instructional strategy to holistically improve the quality of mathematics learning. In the future, the development of outdoor learning-based models should be continuously pursued through teacher competency enhancement, teaching material development, and ongoing research. ABSTRAK Pembelajaran matematika yang selama ini cenderung bersifat abstrak dan teoritis sering menimbulkan kesulitan pemahaman dan menurunnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata, salah satunya melalui implementasi outdoor learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan outdoor learning dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan literature review dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari sepuluh artikel penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur pada basis data akademik dengan kriteria inklusi yang ketat, diikuti dengan analisis isi secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa outdoor learning secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi matematis, serta motivasi dan minat belajar siswa. Selain itu, penerapan outdoor learning yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL), STEAM, dan media visual terbukti memperkaya proses pembelajaran dan mempermudah siswa memahami konsep matematika secara kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa outdoor learning merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika secara holistik. Ke depan, pengembangan model pembelajaran berbasis outdoor learning perlu terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, pengembangan perangkat ajar, serta riset lanjutan yang berkelanjutan.
PENGUATAN KETERAMPILAN ABAD 21 GURU MIPA DALAM PEMBELAJARAN MIPA: TINJAUAN 4C, HOTS, DAN TPACK P, Ria Indria; Mulyati, Sri; Rahayu, Lusy; Purnamasari, Risa; Karim, Nuzulia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8537

Abstract

Contemporary educational transformation requires educators, particularly in Mathematics and Natural Sciences (MIPA), to master competencies that are adaptive to global changes, technological innovation, and the learning needs of the digital generation. Twenty-first-century competencies encompass critical thinking, creativity, collaboration, and communication (4C), Higher Order Thinking Skills (HOTS), and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), which are considered fundamental in creating meaningful MIPA learning. The purpose of this article is to analyze the strategic importance of developing twenty-first-century competencies for MIPA educators within the Indonesian education system. A literature review approach was employed to examine research publications and educational regulations published between 2020 and 2025. The findings indicate a disparity between the expectations of twenty-first-century learning and the actual capacity of MIPA educators, particularly in facilitating HOTS and implementing pedagogy-based technology. The implementation of the Merdeka Curriculum, character building through the Pancasila Student Profile, and the performance of Indonesian students in science and mathematics literacy in global assessments such as PISA strengthen the argument for the importance of enhancing MIPA educators' capacity in twenty-first-century skills. This article proposes continuous professional development, educator communities of practice, and technology optimization through the TPACK framework as primary approaches to competency enhancement. ABSTRAK Transformasi pendidikan kontemporer mengharuskan pendidik, terutama dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), menguasai kompetensi yang adaptif terhadap perubahan global, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembelajaran generasi digital. Kompetensi abad ke-21 mencakup berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), komunikasi (communication) atau disingkat 4C, keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), dan pengetahuan teknologi pedagogi konten (Technological Pedagogical Content Knowledge/TPACK) yang dianggap fundamental dalam menciptakan pembelajaran MIPA bermakna. Tujuan penulisan artikel ini ialah menganalisis kepentingan strategis pengembangan kompetensi abad ke-21 bagi pendidik MIPA dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendekatan kajian literatur digunakan untuk menelaah publikasi riset dan regulasi pendidikan yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Temuan mengindikasikan adanya disparitas antara ekspektasi pembelajaran abad ke-21 dengan kapasitas riil pendidik MIPA, terutama pada aspek fasilitasi HOTS dan penerapan teknologi berbasis pedagogi. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, dan performa literasi sains serta matematika siswa Indonesia dalam evaluasi global seperti PISA memperkuat argumentasi pentingnya peningkatan kapasitas pendidik MIPA dalam keterampilan abad ke-21. Artikel ini mengusulkan pengembangan keprofesian berkelanjutan, komunitas praktik pendidik, dan optimalisasi teknologi melalui kerangka TPACK sebagai pendekatan utama dalam peningkatan kompetensi.