Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas dan Keamanan Paracetamol dan Ibuprofen sebagai Antipiretik Umniyyah Azizah Al Jufri
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.400

Abstract

Demam merupakan gejala klinis umum yang sering memerlukan penanganan segera untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah komplikasi, terutama pada anak-anak dan pasien rentan. Paracetamol dan ibuprofen merupakan antipiretik yang paling banyak digunakan secara global. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efektivitas dan keamanan paracetamol dan ibuprofen sebagai agen antipiretik pada berbagai kelompok populasi. Tinjauan literatur dilakukan terhadap sepuluh studi utama yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024, meliputi uji klinis terkontrol acak, meta-analisis, dan studi observasional. Hasil menunjukkan bahwa ibuprofen cenderung menurunkan suhu tubuh lebih cepat dalam 1–2 jam pertama setelah pemberian, sedangkan paracetamol menunjukkan efektivitas yang sebanding dalam jangka waktu lebih panjang. Kedua obat umumnya dapat ditoleransi dengan baik, dengan efek samping ringan seperti gangguan pencernaan pada ibuprofen dan risiko hati minimal pada paracetamol. Terapi kombinasi keduanya juga menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam jangka pendek tanpa efek samping serius. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa paracetamol dan ibuprofen sama-sama efektif dan aman sebagai antipiretik, dan pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi klinis serta toleransi pasien. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang, khususnya pada populasi berisiko tinggi.
Analisis Komparatif Efektivitas Antipiretik antara Bahan Alami dan Sintetik terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Mencit (Mus musculus) Umniyyah Azizah Al jufri; Surawalia Said; Siti Srihandayani Najib; Aqilah Nurul Izzah; Nurul Indah Lestari; Intan Rusdin; A. Nurfadiyah Izzaty Dwiputri
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.3101

Abstract

Fever is a physiological response to infection or inflammation, characterized by an increase in body temperature beyond the normal threshold. To reduce fever, antipyretic drugs such as acetaminophen (paracetamol) and nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are commonly used. This study aimed to evaluate the antipyretic effectiveness of several drugs by observing their ability to reduce fever in mice induced with pyrexia using peptone solution. The method involved intraperitoneal administration of peptone to induce fever, followed by treatment with different classes of antipyretic agents. Body temperature was measured at regular intervals to assess the degree and duration of temperature reduction. The results are expected to show a comparative profile of each drug’s antipyretic activity and determine which agent is most effective in lowering body temperature. This experiment provides a scientific understanding of the pharmacodynamics of antipyretic drugs and supports evidence-based selection for fever management. The findings also contribute to laboratory-based pharmacological education and reinforce the clinical relevance of antipyretic classification.