Esensialisme adalah aliran filsafat. Para tokoh Esensialisme berpendapat bahwa pandangan-pandangan yang mudah berubah, tidak mempunyai arah dan ketidakpastian, mudah goyah muncul karena pendidikan bertumpu pada landasan pandangan-pandangan yang fleksibel dalam segala bentuknya. Artikel ini menggunakan metode penelitian pendekatan kepustakaan yakni penelitian yang menggunakan analisis data berdasarkan dokumen teks, bahan Pustaka berupa catatan terbitan, buku, jurnal, surat kabar, dan artikel.Pandangan Esensialisme mengenai pembelajaran adalah bahwa Pembelajaran dimulai dari jiwa manusia, kemudian jiwa menyesuaikan diri dengan lingkungannya kemudian ditambah dan dikurangi pada generasi berikutnya. Keuntungan dari Esensialisme adalah membantu memulihkan pokok bahasan dan mengakuui perubahan dalam masyarakat. Sedangkan kelemahan aliran esensialisme adalah orientasinya yang terikat pada tradisi, tidak adanya kesatuan pemikiran diantara para tokoh aliran ini, dan terhambatnya kreativitas dikalangan siswa.