Isu-isu Agama selalu menjadi problematika yang menjadi tantangan besar antarumat beragama di Indonesia yang multikultural. Oleh karena itu, diperlukan upaya memperkuat moderasi beragama untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Kajian ini berfokus pada praktik moderasi beragama di Indonesia menggunakan prespektif filsafat realisme Thomas Hobbes. Penulis menggunakan metode kualitatif (library research) dengan pendekatan deskriptifanalitis. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana konsep filsafat realisme Thomas Hobbes dapat diadaptasi untuk mendukung moderasi beragama di Indonesia? 2. Bagaimana penerapan moderasi beragama yang berbasis pada pendekatan filsafat realisme Thomas Hobbes dapat memperkuat stabilitas sosial dan mencegah konflik antarumat beragama di Indonesia? Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep filsafat realisme Hobbes menawarkan kerangka teoritis yang kuat untuk mendukung moderasi beragama di Indonesia. Dengan pendekatan yang holistik dan berlandaskan pada prinsip kontrak sosial, Indonesia dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama secara berkelanjutan. Perspektif ini memberikan wawasan bahwa harmoni tidak hanya merupakan hasil dari kebijakan negara, tetapi juga dari kesadaran kolektif masyarakat untuk hidup berdampingan dalam damai. [Religious issues have always been a significant challenge among religious communities in multicultural Indonesia. Therefore, efforts to strengthen religious moderation are essential to maintain harmony among diverse religious groups in the country. This study focuses on the practice of religious moderation in Indonesia through the perspective of Thomas Hobbes’ philosophy of realism. The author employs a qualitative method (library research) with a descriptive-analytical approach. The research questions addressed in this study are as follows: 1. How can Thomas Hobbes’ philosophy of realism be adapted to support religious moderation in Indonesia? 2. How can the implementation of religious moderation based on Hobbes’ philosophical realism strengthen social stability and prevent interfaith conflicts in Indonesia? The findings of this study reveal that Hobbes’ philosophy of realism offers a robust theoretical framework to support religious moderation in Indonesia. Through a holistic approach grounded in the principles of the social contract, Indonesia can sustainably enhance interfaith harmony. This perspective underscores that harmony is not merely a product of state policies but also a result of the collective awareness of society to coexist peacefully.]