Apriani, Siti Sarah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSELING ISLAM MULTIKULTURAL PADA MASYARAKAT BANJAR DAN BUGIS KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN Apriani, Siti Sarah
AflahConsilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2024): Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/aflahconsilia.v3i1.2158

Abstract

The purpose of this study is to provide advice in preventing inter-ethnic conflict in Kotabaru District. The subject in this study is multicultural Islamic counseling as an option or suggestion to prevent or overcome problems in the Kotabaru community group, while the object of this research is the Banjar and Bugis communities, because these two tribes have a large population in the Kotabaru area, to be precise in Pulau Laut District. North. This study used a qualitative research method with a literature study approach. The results of this study indicate that the majority of Kotabaru people are Muslim with various ethnicities and cultures, so to provide appropriate counseling services is to provide Islamic counseling with a multicultural approach so that clients can accept differences in a society and help counselees to realize their imperfections as human beings. A good counseling process certainly cannot be separated from the role of the counselor who in this case is required to have Islamic insight and understand and be sensitive to the characteristics and culture of the Banjar and Bugis communities.
KONSELING KELUARGA ISLAMI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SEXTING ANAK: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Apriani, Siti Sarah; Sriharini, S
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 7, No 1 (2024): Maret
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v7i1.478

Abstract

Penggunaan gawai pada anak-anak sudah tidak asing lagi setelah terjadinya pandemi Covid-19, karena gawai dijadikan sebagai sarana belajar mengajar. Namun penggunaan gawai pada anak-anak tetap harus mendapatkan pengawasan dari orang tua, karena anak-anak bisa saja mengakses informasi-informasi yang negatif di laman internet dan menjadikan anak dapat melakukan kegiatan seksual secara virtual melalui chat. Fenomena ini sudah menjadi tren dikalangan anak-anak. Agar fenomena ini tidak menyebar luas, maka diperlukan konseling keluarga guna mencegah anak untuk melakukan kegiatan seksual virtual. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternatif solusi dalam upaya pencegahan seksual berbasis virtual pada anak. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian literatur dengan pendekatan fenomenologi. Data yang digunakan berasal dari video channel youtube @macanidealis yang mana kriminolog divideo tersebut menjelaskan fenomena yang sedang terjadi pada anak-anak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa konseling keluarga dengan menggunakan pendekatan behavior dan keislaman dapat dijadikan sebagai pilihan untuk mencegah kegiatan sexting pada anak.