Ritonga, Halimatussaddiyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan Teknik Dasar Laboratorium terhadap Siswa-Siswi MA Asy-Syafi’iyah Kendari di Laboratorium Unit Kimia UPT Lab. Terpadu Universitas Halu Oleo Nurliana, Laily; Ritonga, Halimatussaddiyah; Sabarwati, Sitti Hadijah; Musta, Rustam
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v5i2.37381

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka belajar dapat dilakukan dengan kerjasama antara pihak Universitas dan SMA sederajat dalam mencapai cita-cita kebijakan merdeka belajar yaitu mewujudkan pendidikan berkualitas yang berfokus pada pengembangan kompetensi dasar dan pendidikan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Salah satu metode untuk merealisasikan pendidikan yang berkualitas adalah melalui proses metode ilmiah yang dapat dilakukan siswa dalam pembelajaran kimia dengan sarana laboratorium kimia. UPT Laboratorium Terpadu Unit Laboratorium Kimia UHO melakukan kerjasama dengan MA Asy-Syafi’iyah Kendari dalam rangka memberikan pengalaman kepada siswa tentang bagaimana melakukan praktikum di Laboratorium sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ekspositori (ceramah) dan demonstrasi (praktikum), serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa-siswi MA Asy-Syafi’iyah Kendari sebagai peserta dalam menambah pengetahuan tentang materi praktikum pengenalan alat bahan, pembuatan larutan dan reaksi asam basa. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil analisis n-Gain sebesar 0,32 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori lompatan nilai sedang yang menunjukkan bahwa pelatihan cukup memperlihatkan dampak yang signifikan.
Antibacterial Activity Test of Staphylococcus aureus from Henna Leaf Extract (Lawsonia inermis Linn) Nurliana, Laily; Ritonga, Halimatussaddiyah; Fatmawati; Musta, Rustam
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v14i2.20341

Abstract

An antibacterial activity test against Staphylococcus aureus using henna leaf extract (Lawsonia inermis Linn.) has been conducted. This study aimed to determine the secondary metabolite components and the major compounds present in the henna leaf extract, as well as its inhibitory activity against Staphylococcus aureus. The secondary metabolite components were identified through phytochemical screening, while the major compounds were determined using GC-MS. The antibacterial activity was tested at concentration variations of 75%, 50%, 25%, and 12.5%. The resulting inhibition zones were then categorized according to standard criteria. The significance of the effect of concentration on the inhibition zones was analyzed using a one-way ANOVA test, followed by LSD test at α = 0.05. The results showed that the henna leaf extract tested positive for flavonoids, alkaloids, tannins, and quinones and GC-MS analysis shows compounds included 1,5-heptadiene-3,4-diol, 2-methyl-; 2-undecene, 2-methyl-; cyclotrisiloxane, hexamethyl-; 2,6-dihydroxyacetophenone; and 2,3-dihydroxybenzoic acid. The antibacterial activity test results showed that different concentrations (12.5%, 25%, 50%, and 75%) produced different inhibition zones; however, all were still classified within the same category, namely moderate. Statistical analysis indicates a significant effect of concentration on the inhibitory activity against the test bacteria, where F test = 4.771 > F crit = 4.066 at α = 0.05. Further analysis using the LSD test revealed two groups with significantly different inhibitory effects: the 75% and 50% concentration groups showed significantly higher inhibitory activity compared to the 25% and 12.5% groups.