Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Biodigester Untuk Menghasilkan Biogas Berbahan Baku Limbah Sayur Kol dengan Campuran Rumen Sapi dan EM4 Dhanu Fransgio Pratama Surya; Ferecia Fedora; Addin Akbar; Khairul Akli
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 3 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i3.836

Abstract

The large number of cattle breeders in Indonesia has positive and negative values. Cattle farmers generally produce livestock waste such as cow rumen. Cow rumen can be used as a starter for alternative biogas energy production, and cabbage vegetable waste has the potential to be used as raw material for making biogas, because it contains nutrients such as crude protein (PK) 22.47%, crude fat (LK) 3.05%, crude fiber (SK) 12.09%, dry matter 10.22% and extract material without nitrogen 34.96%. Apart from that, in this research cow rumen and EM4 were also used as starters for the anaerobic fermentation process. The cow's rumen contains methane bacteria, namely Methanosarcina sp, and the cow's rumen also contains quite high levels of organic compounds with a COD value of 17,183 mg/l. Effective Microorganisms (EM4) are bacteria whose function is to accelerate the degradation process of organic materials. The aim of this research is to design a biodigester, and carry out biodigester design trials. The research methods carried out are COD analysis, CH4 analysis and pH analysis. The results showed that the percentage of CH4 increased in a mixture of 100% cow rumen, because the total COD value in the substrate was directly proportional to the addition of the cow rumen composition. This can be seen from the total COD in 100% beef rumen starter of 1175 ppm.
Pembuatan Kolom Adsorber untuk Pemurnian Gas H2S pada Produksi Biogas Ampas Tebu Aprilia, Ananda; Hasnah Ulia; Khairul Akli; Tasya Aqilah Cantifa
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai biosorben untuk mengadsorpsi gas H₂S dalam biogas. Karbon aktif dibuat dari ampas tebu dan diaktivasi menggunakan NaOH dan KOH dengan ukuran partikel 40 dan 100 mesh, kemudian diuji pada kolom kontinu. Konsentrasi H₂S diukur menggunakan detektor gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kinetika Pseudo-First Order merupakan model yang paling sesuai dengan nilai R² sebesar 0,9734. Proses adsorpsi mencapai efisiensi hingga 100% dalam waktu 15 menit pada kondisi pengisian penuh. Nilai kapasitas adsorpsi tertinggi (qe) sebesar 6,4×10⁻⁴ mg/g diperoleh pada karbon aktif aktivasi KOH ukuran 100 mesh. Temuan ini menunjukkan bahwa ampas tebu berpotensi sebagai biosorben yang murah, efektif, dan ramah lingkungan untuk pemurnian biogas.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA REAKTOR HIDROLISIS BERPENGADUK DENGAN PENCACAH TERINTEGRASI UNTUK PRODUKSI GLUKOSA DARI KULIT NANAS Kristanti Oktripani Lubis; Hafizah Khairani Jarendi; Regna Tri Jayanti; Khairul Akli; Ida Hasmita
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v22i2.63

Abstract

Permintaan energi terbarukan mendorong eksplorasi biomassa lignoselulosa, seperti kulit nanas, sebagai bahan baku bioetanol. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi kinerja reaktor hidrolisis berpengaduk dengan sistem pencacah terintegrasi untuk mengoptimalkan konversi kulit nanas menjadi glukosa. Reaktor berkapasitas 5 liter ini menggunakan impeler Pitched Blade Turbine (PBT) yang dimodifikasi dengan pisau pencacah pada ujung bilah untuk memungkinkan pengecilan ukuran partikel secara in situ. Hidrolisis dilakukan menggunakan H2​SO4​ 1% pada suhu 100°C selama 120 menit dengan kecepatan pengadukan 1.400 rpm. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kadar glukosa (3,4% menjadi 8,88%), nilai Brix (3,5°Bx menjadi 9°Bx), densitas (0,9998 g/mL menjadi 1,03 g/mL), dan viskositas (1,14 cP menjadi 1,85 cP). Ukuran partikel berkurang drastis dari ±1,03 cm menjadi ±0,02 cm. Integrasi fungsi pencacahan terbukti efektif meningkatkan luas permukaan kontak dan homogenitas reaksi, menjadikannya desain potensial untuk produksi bioetanol berkelanjutan