Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan pada Anak menurut Santrock Mustikhatul, Annisa; Dini Wulandari; Fahira Amanda Putri; Siti Khotijah; Siti Sulistiawati; Wulan Ariyanti
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4856

Abstract

Perkembangan dan faktor yang mempengaruhi perkembangan serta melihat bagaimana ciri-ciri dan prinsip perkembangan secara menyeluruh terkhusus dari ahli Santrock guna merencanakan dengan baik agar dapat mengembangkan potensi perkembangan secara optimal. Setiap makhluk hidup tentu mengalami perkembangan dari ia lahir hingga dewasa. Sesuai dengan teori Santrock yang menyebutkan Life Span atau teori perkembangan hidup bahwasannya manusia terus berkembang dari masa bayi hingga masa dewasa. Tahapan perkembangan menurut Santrock diklasifikasikan menjadi 8 tahapan. Yaitu masa tahap bayi dalam kandungan, masa bayi sampai 24 bulan, tahap awal anak-anak awal yakni dengan rentang usia 3-5 tahun, tahapan kanak-kanak rentang usia 6-11 tahun, tahapan kelima adalah tahap remaja usia 10-21 tahun, remaja awal usia rentang 20-30 tahun, tahap terakhir ada dewasa akhir atau lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apa saja isi dari teori perkembangan anak menurut Santrock dan dapat menjadi bahan literasi bagi pembaca dan penulis. Pada penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan atau disebut juga dengan (library research) yakni kegiatan mengenai pengumpulan data pustaka. Perkembangan menurut Santrock sendiri menunjukkan bahwa perubahan fungsi struktural dalam diri manusia mengalami peningkatan dan dapat diramalkan dari perkembangan satu ke perkembangan selanjutnya.
PENGARUH PENGGUNAAN SUMBER ENERGI POWER SUPPLY DAN PWM DC TERHADAP EFISIENSI REAKTOR HIDROGEN Siti Sulistiawati; Mulkan Iskandar Nasution; Russell Ong
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4836

Abstract

Abstract: Hydrogen was chosen as an environmentally friendly alternative energy obtained through the water electrolysis process. In addition to being environmentally friendly, hydrogen also has a high level of electrical energy efficiency. This study aims to determine the effect of the use of electrical energy sources and frequency on the efficiency of a water electrolysis-based hydrogen reactor and to determine the use of energy sources in a hydrogen reactor as an optimal hydrogen producer. The water electrolysis process is influenced by factors such as voltage, current, power, and frequency given to the reactor. Tests were carried out with variations in voltage of 20V, 22V, 24V, 26V, 28V and 30V and frequencies of 23.69kHz, 24.87kHz, 25.64kHz, 26.31kHz, 26.73kHz. The parameters observed include voltage, current, power, H2 gas yield in ppm, temperature, and hydrogen production efficiency in %. The results of the study showed that the effect of using a frequency source was able to achieve a higher efficiency of 41% with an average current of 0.29A, an average power of 7.12 watts, with an average temperature of 30.150C, while the use of a Power Supply Amplifier (PSA) electrical energy source only produced an efficiency of 25%, with an average current of 0.38A, an average power of 9.81 watts, and an average temperature of 28.50C. The optimal value at the highest efficiency was obtained at an optimal frequency of 23.69 kHz with a temperature of 29.00C, a current of 0.20A, a power of 4.8 watts, and an efficiency of 51.57%. Keyword: Electrolysis, Hydrogen, Frequency, Power Supply, Efficiency Abstrak: Hidrogen dipilih sebagai energi alternatif ramah lingkungan yang diperoleh melalui proses elektrolisis air. Selain ramah lingkungan, hidrogen juga memiliki tingkat efisiensi energi listrik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sumber energi listrik dan frekuensi terhadap efisiensi reaktor hidrogen berbasis elektrolisis air dan untuk mengetahui penggunaan sumber energi pada reaktor hidrogen sebagai penghasil hidrogen yang optimal. Proses elektrolisis air dipengaruhi oleh faktor tegangan, arus, daya, serta frekuensi yang diberikan pada reaktor. Pengujian dilakukan dengan variasi tegangan 20V, 22V, 24V, 26V, 28V dan 30 V dan frekuensi pada 23,69kHz, 24,87kHz, 25,64kHz, 26,31kHz, 26,73kHz. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, daya, hasil gas H2 dalam ppm, suhu, serta efisiensi produksi hidrogen dalam satuan %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan sumber  frekuensi mampu mencapai efisiensi lebih tinggi yaitu sebesan 41% dengan arus rata-rata 0,29A, daya rata-rata 7,12watt, dengan suhu rata-rata 30,150C, Sedangkan pada penggunaan sumber energi listrik Power Supply Amplifier (PSA) hanya menghasilkan efisinesi sebesar 25%, dengan arus rata-rata 0,38A, daya rata-rata 9,81 watt, dan suhu rata-rata 28,50C. Nilai optimal pada efisiensi tertinggi diperoleh pada frekuensi optimal 23,69 kHz dengan suhu 29,00C, arus 0,20A, daya 4,8 watt, dan efisiensi 51,57%. Kata kunci: Elektrolisis, Hidrogen, Frekuensi, Power Supply, Efisiensi