Uci Rahmadini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Di SMP IT Pondok Tahfidzh Qur’an Permis Tahun Ajaran 2023/2024 Uci Rahmadini
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/t6519554

Abstract

Memorizing the Qur'an is one of the important aspects in education in Islamic boarding schools. In practice, memorizing the Qur'an is not an easy task. The memorization process that requires perseverance, patience and high discipline is often a challenge for students or students in Islamic boarding schools. The purpose of this study is to determine interactive learning strategies in improving the ability to memorize the Qur'an and to find out what challenges are faced in interactive learning strategies in improving the ability to memorize the Qur'an at SMP IT Pondok Tahfidzh Qur'an Permis. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out using observation, interview, and documentation methods. While the data analysis technique is by data reduction (data reduction), data display and drawing conclusions/verification (drawing conclusions). The respondents in this study were tahfidzh teachers, namely five (5) teachers and students of SMP IT Pondok Tahfidzh Qur'an Permis, grade eight, totaling 86 students. The results of this study show that the learning strategies used to improve the ability to memorize the Qur'an at the SMP IT Permis Islamic Boarding School are learning in groups, a holistic approach, and an emotional and spiritual approach. Meanwhile, the challenges faced in improving the ability to memorize the Qur'an are that students do not yet have good abilities in reading or memorizing the Qur'an. In addition, it also takes a long time to improve memorization in the midst of students' busy schedules, students are difficult to work together and there is a lack of seriousness in memorizing the Qur'an. Abstrak Menghafal Al-Qur’an bukanlah tugas yang mudah. Proses menghafal yang membutuhkan ketekunan, kesabaran dan disiplin tinggi seringkali menjadi tantangan bagi para peserta didik atau santri di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an dan mengetahui hambatan apa yang dihadapi dalam strategi pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di SMP IT Pondok Tahfidzh Qur’an Permis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu dengan data reduction (reduksi data), data display dan conclusion drawing/verification (menarik kesimpulan). Responden penelitian ini adalah guru tahfidzh yaitu sebanyak lima (5) guru dan peserta didik SMP IT Pondok Tahfidzh Qur’an Permis kelas delapan yang berjumlah 86 siswa. Hasil penelitian ini diketahui bahwa strategi pembelajaran yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di Pondok Psantren SMP IT Permis yaitu belajar dalam kelompok, pendekatan holistik dan pendekatan emosional dan spiritual. Siswa memerlukan waktu yang cukup lama dalam meningkatkan hafalan ditengah waktu peserta didik yang padat, peserta didik sulit diajak untuk bekerjasama dan adanya ketidakseriusan dalam menghafal Al-Qur’an.
Relevansi Pemikiran Pendidikan Al-Farabi (872-950) Terhadap Pengembangan Sistem Pendidikan Islam Pada Era Kontemporer Uci Rahmadini; Maragustam Siregar
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/cjhg0r40

Abstract

This research focuses on the study of Al-Farabi's educational thought and its relevance in the context of contemporary Islamic education. Using qualitative methods through a literature study approach, this research places Al-Farabi's monumental work, Iḥṣā’ al-‘Ulūm, as the primary source of analysis. Al-Farabi's thought is comprehensively examined through three main aspects: his intellectual background, the construction of the educational framework he offered, and the significance of his ideas for the development of Islamic education in the modern era. As a great philosopher dubbed the second teacher after Aristotle, Al-Farabi succeeded in synthesizing the Greek philosophical tradition with Islamic intellectual and spiritual values. He formulated a hierarchical and systematic educational curriculum system, starting with mastery of language as a tool of thought, continuing with logic, mathematics, natural sciences, metaphysics, and civil sciences such as politics, jurisprudence, and theology. The results of this study demonstrate Al-Farabi's view that education must develop gradually towards intellectual and moral perfection. According to Al-Farabi, the ultimate goal of education is to achieve true happiness (sa'ādah), a state of human perfection realized through the harmony of reason, morality, and action. This concept has strong relevance to contemporary Islamic education, particularly in the effort to shape the perfect human being (insān kāmil), balancing rationality and spirituality, and responding to global challenges through mastery of science and technology based on ethics. Thus, Al-Farabi's educational philosophy makes a significant contribution to strengthening the paradigm and practice of modern, holistic, values-oriented Islamic education. Abstrak Penelitian ini berfokus pada kajian pemikiran pendidikan Al-Farabi serta relevansinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini menempatkan karya monumental Al-Farabi, Iḥṣā’ al-‘Ulūm, sebagai sumber utama analisis. Pemikiran Al-Farabi dikaji secara komprehensif melalui tiga aspek utama, yaitu latar belakang intelektualnya, konstruksi kerangka pendidikan yang ia tawarkan, serta signifikansi gagasannya bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern. Sebagai seorang filsuf besar yang dijuluki guru kedua setelah Aristoteles, Al-Farabi berhasil mensintesiskan tradisi filsafat Yunani dengan nilai-nilai intelektual dan spiritual Islam. Ia merumuskan sistem kurikulum pendidikan yang bersifat hierarkis dan sistematis, dimulai dari penguasaan bahasa sebagai alat berpikir, dilanjutkan dengan logika, matematika, ilmu-ilmu alam, metafisika, hingga ilmu-ilmu sipil seperti politik, fikih, dan teologi.  Hasil penelitian ini menunjukkan pandangan Al-Farabi bahwa pendidikan harus berkembang secara bertahap menuju kesempurnaan intelektual dan moral. Menurut Al-Farabi, tujuan akhir pendidikan adalah mencapai kebahagiaan sejati (sa‘ādah), yaitu kondisi kesempurnaan manusia yang terwujud melalui harmonisasi antara akal, akhlak, dan tindakan. Konsep ini memiliki relevansi yang kuat dengan pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam upaya membentuk manusia paripurna (insān kāmil), menyeimbangkan rasionalitas dan spiritualitas, serta merespons tantangan global melalui penguasaan sains dan teknologi yang berlandaskan etika. Dengan demikian, filsafat pendidikan Al-Farabi memberikan kontribusi penting bagi penguatan paradigma dan praksis pendidikan Islam modern yang holistik dan berorientasi pada nilai.