Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antibacterial activity of ethanol extract from Kaempferia galanga L. rhizome against pathogenic bacteria Santhi, Ni Nyoman Ayu Budhi Erlangga; Widiantara, Komang Rian; Artawan, Dewa Gede Wira Putra; Nanda, I Komang Gede Triyana Wahyu
Pharmacy Reports Vol. 4 No. 3 (2024): Pharmacy Reports
Publisher : Indonesian Young Scientist Group and UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51511/pr.97

Abstract

Bacterial infectious diseases have become a serious global health problem due to the increasing bacterial resistance to antibiotics. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract from Kaempferia galanga L. rhizome against pathogenic bacteria. The extract was prepared using 96% ethanol through maceration, yielding 14.86% (w/w) of concentrated extract. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, and steroids. Antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method against Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa. The extract exhibited concentration-dependent antibacterial activity against all tested bacteria, with inhibition zones ranging from 6.08-16.38 mm. The most pronounced effect was observed against S. aureus (16.38 mm) at 100% concentration, followed by B. subtilis (15.27 mm), E. coli (12.78 mm), and P. aeruginosa (10.83 mm). Gram-positive bacteria demonstrated higher susceptibility than Gram-negative bacteria. According to Davis & Stout classification, the antibacterial activity of 100% extract against all test bacteria ranged from moderate to strong. These findings suggest that K. galanga rhizome extract has significant antibacterial potential that supports its traditional use in treating infectious diseases and warrants further investigation for development as a natural antibacterial agent.
Aktivitas Antiinflamasi Nanoemulsi Ekstrak Kurkumin dari Kunyit (Curcuma longa L.) pada Mencit Jantan yang Di induksi Karagenan Widiantara, Komang Rian; Leticia, Dewa Ayu Putu Maylani; Wardani, Ni Nyoman Putri; Artawan, Dewa Gede Wira Putra; Dewi, Putu Claudia Sekar Sariyanti; Yadnya-Putra, Anak Agung Gede Rai
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1004

Abstract

Inflamasi merupakan respon fisiologis tubuh terhadap cedera jaringan akibat trauma fisik, kimia, atau mikrobiologik. Terapi menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan steroid sering menimbulkan efek samping serius, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Kunyit (Curcuma longa L.) diketahui mengandung senyawa kurkuminoid, terutama kurkumin, yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Namun, bioavailabilitas kurkumin yang rendah membatasi efektivitasnya, sehingga dikembangkan dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan kelarutan dan penetrasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antiinflamasi nanoemulsi ekstrak kunyit serta menentukan dosis optimum terhadap mencit jantan yang diinduksi karagenan 1%. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction dengan pelarut etanol 96%, diikuti pembuatan nanoemulsi melalui metode emulsifikasi energi rendah menggunakan VCO, PEG 40, dan PEG 400. Nanoemulsi dievaluasi secara fisik (organoleptik, pH, viskositas, stabilitas, ukuran partikel). Rata-rata ukuran partikel sebesar 67,72 ± 1,21 nm yang berada dalam rentang ukuran nanoemulsi (20-200 nm). Uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode induksi karagenan menunjukkan bahwa nanoemulsi ekstrak kunyit menurunkan volume peradangan relatif secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (Kruskal-Wallis, p = 0,009). Nilai Area Under Curve (AUC) menurun seiring peningkatan dosis, dengan hasil terbaik pada dosis 200 mg/kgBB, mendekati efektivitas kontrol positif (kalium diklofenak 6,5 mg/kgBB). Begitu pula dengan persentase hambatan peradangan yang cukup tinggi pada menit ke-300 sebesar 83,07% (200 mg/kgBB). Hasil ini menunjukkan bahwa nanoemulsi ekstrak kunyit berpotensi sebagai kandidat sediaan antiinflamasi alami yang efektif, uji lanjutan diperlukan uji toksisitas, stabilitas jangka panjang, serta uji klinis lebih lanjut guna menjamin mutu dan keamanan sediaan.