Nusa Putra Akwan, Umbu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dopis Sebagai Pembunuh "Sebuah Studi Ekoteologi Terhadap Dampak Buruk Penggunaan Dopis Di Pulau Pai Diperhadapkan Dengan Konsep Misi Berdasar Amanat Agung Yesus Kristus Dalam Injil Markus 16:15": Dopis as a Killer "An Ecotheological Study of the Adverse Effects of the Use of Dopis on Pai Island Confronted with the Concept of Mission Based on the Great Commission of Jesus Christ in the Gospel of Mark 16:15" Nusa Putra Akwan, Umbu
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.156

Abstract

Dopis adalah salah satu jenis bom yang lebih banyak dibuat untuk menangkap ikan, dan melalui bom tersebut, pekerjaan nelayan menjadi mudah namun dan hasil tangkapan akan berlimpah. Meskipun demikian, penggunaan Dopis itu memiliki dampak buruk bagi pengguna tetapi juga bisa merusak ekosistem bawah laut. Permasalahan terkait penggunaan Dopis ini terjadi juga di wilayah kabupaten Biak Numfor, terutama sekitar gugusan kepulauan Padaido. Di sana, banyak nelayan tradisional menggunakan Dopis sebagai alat untuk menangkap ikan dan kemudian berdampak buruk bagi ekosistem laut di kepulauan Padaido. Salah satu permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah dampak penggunaan Dopis di Pulau Pai, salah satu pulau dari gugusan kepulauan Padaido. kerusakan yang diakibatkan dari penggunaan Dopis untuk menangkap ikan adalah hancurnya ekosistem bawah laut, rusaknya terumbu karang, berbagai jenis ikan mati bahkan berpindah dan menjauh dari pesisir pantai, laut yang tercemar dan dampak ekonomi penduduk berkurang karena ikan yang mulai sulit didapat. Tulisan ini akan melihat dampak penggunaan Dopis dari sudut pandang teologi, khusus terkait Ekologi dan ilmu Misi pekabaran Injil. Dalam tulisan ini, Dopis akan dilihat sebagai pembunuh dan penggunaan Dopis merupakan bentuk pemberontakan manusia melawan Tuhan yang kemudian diperhadapkan dengan Amanat Agung Yesus dalam Injil Markus 16:15 tentang tugas pekabaran Injil untuk segala makhluk. Ekosistem bawah laut pulau Pai adalah sebuah dunia yang kemudian rusak karena penggunaan Dopis, oleh karenanya perintah Yesus dalam Markus 16:15 menjadi perintah yang harus dilihat kembali serta diterapkan dalam kondisi dunia bawah laut sekitar Pulau Pai yang perlu disentuk untuk kembali baik seperti sebelumnya. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, studi pustaka dan wawancara yang kemudian datanya dianalisa dan dilaporkan dalam sebuah deskripsi.
Pencemaran Lingkungan Teluk Youtefa (Sebuah uraian Ekoteologi dalam sorotan Moto Pembangunan Kota Jayapura): Environmental Pollution of Youtefa Bay (An Ecotheological Description In The Spotlight Of Jayapura City Development Moto) Nusa Putra Akwan, Umbu; Sawor, Orisam
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.168

Abstract

Pencemaran lingkungan yang terjadi di kawasan teluk Youtefa menjadi salah satu penyebab utama rusaknya ekosistem laut di wilayah tersebut, hal itu juga berdampak pada hasil tangkapan ikan yang dikonsumsi menjadi beracun juga menyulitkan penduduk lokal untuk mencari ikat dan menurunnya kesehatan air laut hingga berdampak pada konsumsi air bagi masyarakat asli. Hal ini terjadi karena masih masyarakat yang mendiami kawasan sekitar teluk Youtefa membuang sampah secara sembarang. Sampah tersebut terdiri dari berbagai bentuk dan bahan yang berbeda-beda. Di samping itu, karena keunikan dan keindahannya, kawasan teluk Youtefa sebagai tempat tujuan wisata banyak menarik wisatawan menikmati pantai dan kesejukan serta keindahannya. Hal ini pun berdampak buruk pada kebersihan lingkungan karena banyak pengunjung yang membuang sampah sembarang. Sering juga rusaknya lingkungan teluk Youtefa karena sampah botol minuman keras yang dibuang sembarang oleh peminum dan pemabuk yang sering menjadikan kesunyian malam kawasan tersebut sebagai lokasi miras yang cocok. Realitas di atas kemudian sangat bertolak belakang dengan arah pembangunan kota Jayapura sesuai moto pembangunan ”Hen T’cahi Yo Onomi Tmar Ini Hanassed”, moto ini menyiratkan bahwa seluruh elemen masyarakat dan pemerintah kota Jayapura untuk membangun kota demi kemuliaan Tuhan. Membuang sampah sembarangan merupakan wujud tindakan yang mencoreng moto pembangunan dan tidak sejalan dengan arah pembangunan kota Jayapura. Berkaitan dengan persoalan di atas, tujuan dari tulisan ini adalah untuk menyoroti pencemaran lingkungan teluk Youtefa dari sudut pandang teologi, dan langkah-langkah strategis yang perlu dilihat dan dilakukan bersama. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara dan studi pustaka. Seluruh laporan hasil penelitian dilaporkan dalam bentuk deskripsi bagi pembaca.