Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Environmental Conservation Based on Hindu Ecotheology in the Community of Panglipuran Traditional Village, Bangli Regency, Bali Province Mohammad Syifauddin; Kurniawan, Edi
Journal of Edugeography Vol. 13 No. 1 (2025): VOL 13 NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v13i1.24248

Abstract

In the current era of globalization and disruption, environmental damage is becoming an increasingly complex problem. This condition requires the existence of conservation to re-articulate the relationship between humans and nature. The most important part of conservation is how to influence the mindset, character, and human behavior so that the religious and cultural approach becomes one of the strategic steps in environmental conservation efforts as implemented in the Panglipuran Traditional Village, Bangli Regency, Bali Province. This study aims to analyze the teachings of Hindu ecotheology or ecology based on Hinduism in the Panglipuran Traditional Village of Panglipuran in realizing environmental conservation. This study uses a qualitative approach with data collection methods in the form of observation, interviews, and documentation. The subjects of the research are the community and the village government of Panglipuran Traditional Village. Data analysis was performed using interactive analysis methods through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the Ecotheological Teachings that were believed and implemented by the community of Panglipuran Traditional Village were Tri Hita Karana teachings, which means three causes of happiness. The concept of the Tri Hita Karana teachings is a concept that regulates the relationship between humans, nature, and God which consists of the Parahyangan concept, which is the relationship between humans and God, the concept of Pawongan, the relationship between humans, and the concept of Palemahan, the relationship between humans and nature. The community of Panglipuran Traditional Village always believe and implement the Tri Hita Karana teachings in daily life so as to create a harmony between humans and nature and God. The harmony of this relationship finally creates behavior that always preserves nature and the environment as a manifestation of the beliefs they profess
Pengembangan Sustainable Tourism pada Masyarakat Multikultur di Karimunjawa dengan Pendekatan Blue Economy Mohammad Syifauddin; Edi Kurniawan
Integralistik Vol. 36 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v36i2.29397

Abstract

Kondisi degradasi lingkungan dan ketimpangan pembangunan pada akhirnya melahirkan konsep Blue Economy yang mana salah satu sektornya adalah wisata bahari yang berkontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan negara. Akan tetapi, pembangunan pariwisata yang ada di berbagai daerah belum tentu menjamin kesejahteraan masyarakat lokal destinasi wisata, termasuk di Karimunjawa. Maka dari itu, upaya pembangunan pariwisata di Karimunjawa perlu direformulasi sesuai dengan prinsip-prinsip dan konsep Blue Economy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan pariwisata berkelanjutan di Karimunjawa dengan pendekatan Blue Economy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif (mix method). Sumber data penelitian terdiri atas sumber data primer dan sekunder yang diperoleh dengan metode observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan metode analisis SWOT dan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata di Karimunjawa harus diarahkan pada strategi Grow and Build dan atau stretegi Expansion. Pembangunan ini dapat mengkolaborasikan lima actor utama yaitu pemerintah, bisnis, masyarakat, akademisi, dan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam konsep pentahelix.
Pengaruh Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pesisir Kampung Nelayan Bendar Noviyanti, Devi Noviyanti; Mohammad Syifauddin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6426

Abstract

Wilayah pesisir Indonesia dihadapkan pada beragam persoalan lingkungan, salah satunya pencemaran sampah yang tidak lepas dari peran pengetahuan dan sikap warga setempat. Kebersihan lingkungan pesisir memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat nelayan karena kelestarian sumber daya laut yang menjadi tumpuan hidup mereka sangat bergantung pada kondisi ekosistem pesisir yang bersih dan sehat. Riset ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana pengetahuan lingkungan dan sikap masyarakat memengaruhi perilaku menjaga kebersihan pesisir di Kampung Nelayan Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, yang merupakan kawasan pesisir utara Jawa Tengah dengan karakteristik masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan aktivitas ekonomi berbasis sumber daya laut. Pendekatan kuantitatif berbasis survei diterapkan dengan melibatkan 100 responden yang dipilih memakai teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian diolah dengan teknik regresi linier berganda menggunakan perangkat IBM SPSS Statistics. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan maupun sikap warga baik dilihat secara terpisah maupun bersamaan, terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku menjaga kebersihan lingkungan pesisir, dengan sumbangan pengaruh sebesar 43,8% (R² = 0,438), di mana faktor pengetahuan lingkungan tercatat lebih dominan dibanding sikap. Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan lingkungan serta penguatan sikap peduli lingkungan perlu terus didorong guna mendukung perilaku menjaga kebersihan pesisir, terutama pada masyarakat kampung nelayan yang penghidupannya bertumpu pada sumber daya laut.