Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) DAN KENAIKAN PERSENTASE PAJAK PENGHASILAN 22 TERHADAP PENURUNAN NILAI IMPOR DI INDONESIA Caroline, Elizabeth; Wany, Eva
Media Mahardhika Vol. 23 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/mahardika.v23i3.1250

Abstract

This research aims to determine the implementation of the Domestic Component Level Policy (TKDN) and the 22 Percentage Increase in Income Tax on Import Value in Indonesia. This research uses non-interactive qualitative methods with secondary data from the Central Statistics Agency which is directly related to import values and statutory regulations. This research uses a qualitative case study approach with a literature review as a literature study. The research results state that the TKDN Policy and the increase in PPh Article 22 are the right steps to reduce dependence on imports and encourage domestic industrial growth. This can be seen from the data on the value of imports from 2022-2023 which has experienced a decline.
Analisis pengaruh financial distress, capital intensity, leverage, dan sales growth terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur tekstil tahun 2022 – 2024 Tumewu, James; Caroline, Elizabeth
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1048

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, capital intensity, leverage, dan sales growth terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur subsektor tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Desain/metodologi/pendekatan – Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik kausal-komparatif. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan menghasilkan 12 perusahaan dengan total 36 observasi. Variabel tax avoidance diukur menggunakan Effective Tax Rate (ETR), financial distress dengan Altman Z-Score, capital intensity dengan rasio aset tetap terhadap total aset, leverage dengan Debt to Asset Ratio (DAR), dan sales growth dengan pertumbuhan penjualan tahunan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial financial distress, capital intensity, dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan sales growth berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, keempat variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah sampel yang relatif kecil, periode pengamatan yang singkat, serta variabel independen yang terbatas pada aspek keuangan tanpa mempertimbangkan faktor eksternal seperti tata kelola perusahaan atau regulasi pajak. Implikasi – Implikasi penelitian memberikan masukan bagi manajemen perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola pertumbuhan penjualan agar tidak menimbulkan praktik penghindaran pajak yang berlebihan, serta bagi regulator untuk memperhatikan faktor-faktor non-keuangan dalam merumuskan kebijakan pengawasan pajak. Kebaruan – Kebaruan penelitian terletak pada fokusnya pada subsektor manufaktur tekstil pasca-pandemi dengan data periode 2022–2024, yang mencerminkan kondisi ekonomi terkini dan kebijakan perpajakan terbaru. Penelitian ini juga mengintegrasikan empat variabel keuangan utama dalam satu model analisis, sehingga memberikan kontribusi empiris bagi literatur perpajakan dan manajemen keuangan di Indonesia.