Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Keperawatan di Ruang Perawatan Intensif Neonatus (NICU) Rumah Sakit X Bandung Simanjuntak, Samuel M.; Sijabat, Ayu Rahayu Maria Magdalena; Harefa, Cindy Grace; Tambunan, Samot Lydia
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32151

Abstract

Pelayanan keperawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) memiliki tantangan tersendiri karena berfokus pada bayi dengan kondisi medis kompleks, seperti prematuritas atau gangguan pernapasan. Manajemen keperawatan yang efektif sangat diperlukan untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen keperawatan yang diterapkan di ruang NICU Rumah Sakit X Bandung, dengan fokus pada fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan staffing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dengan dukungan indikator kinerja unit (IKU) seperti kejadian autoekstubasi dan kepatuhan terhadap prosedur standar. Hasil menunjukkan bahwa manajemen keperawatan di NICU telah diterapkan dengan baik pada aspek perencanaan dan pengarahan. Namun, ditemukan masalah dalam pengorganisasian seperti struktur organisasi yang tumpang tindih dan kekurangan SOP khusus. Pada aspek staffing, jumlah tenaga perawat masih kurang, khususnya saat unit NICU digabung dengan PICU. Pengawasan telah dilakukan secara rutin, namun ditemukan kendala pada infrastruktur fisik seperti plafon bocor. Unit NICU RS X Bandung memiliki kekuatan internal yang solid namun masih menghadapi tantangan dalam penyusunan SOP yang spesifik dan ketersediaan tenaga perawat. Diperlukan evaluasi lanjutan terhadap implementasi SOP serta penguatan kepemimpinan dan komunikasi internal untuk meningkatkan efektivitas manajemen keperawatan dan kualitas pelayanan.
Nursing Management in Neonate Intensive Care Unit (NICU) Hospital X Bandung Simanjuntak, Samual M; Sijabat, Ayu Rahayu Maria Magdalena; Harefa, Cindy Grace; Tambunan, Samot Lydia
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51960

Abstract

Nursing management in the Neonate Intensive Care Unit (NICU) of Hospital X Bandung is an important aspect in providing optimal health services for infants who require intensive care. This study aims to evaluate the implementation of nursing management in the NICU, focusing on aspects of planning, organizing, directing, staffing, and supervising. The method used was descriptive qualitative analysis through observation and interviews with the nursing team and hospital management. The results showed that although nursing management functions were well implemented, there were challenges such as a lack of clarity in the organizational structure and the need to improve nurse certification. Unit performance indicators showed positive achievements, especially in handling autoextubation cases. However, the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) in the NICU unit still needed to be improved, as some procedures were not well documented. The conclusion of this study emphasizes the need for improvements in nursing management to improve service quality and the importance of continuous training for nurses. Recommendations include strengthening coordination between medical teams and improving SOPs in the NICU, in order to increase the effectiveness of health services for neonate patients. This study is expected to make a positive contribution to hospital managers and nursing practitioners in improving the quality of services in the NICU.
Penerapan Manajemen UKS Berbasis Kolaborasi Interprofesional Di Sekolah Berasrama: Studi Fenomenologi Heideggerian Tambunan, Samot Lydia; Hutapea, Lyna M. N.
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55268

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari upaya keperawatan kesehatan komunitas di lingkungan sekolah. Pada sekolah berasrama, pengelolaan UKS menghadapi tantangan khusus berupa keberlanjutan kebutuhan kesehatan peserta didik, intensitas interaksi harian, serta keterlibatan berbagai profesi. Namun, penerapan manajemen UKS masih cenderung berfokus pada aspek administratif, sementara pengalaman dan makna kolaborasi antarprofesi belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna pengalaman pemangku kepentingan dalam penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional di sekolah berasrama SLA Purwodadi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik Heideggerian. Partisipan terdiri atas Direktur sekolah, Kepala sekolah, Bendahara, Guru, Kepala asrama, Tenaga kesehatan/perawat, dan metron bagian gizi yang terlibat langsung dalam pengelolaan UKS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data menggunakan langkah-langkah Colaizzi yang dimodifikasi secara interpretatif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) UKS sebagai praktik kepedulian kolektif dalam konteks kehidupan berasrama; (2) kolaborasi interprofesional sebagai proses dinamis dalam negosiasi peran dan tanggung jawab; (3) kepemimpinan kontekstual sebagai faktor pendukung keberlanjutan pelaksanaan UKS; dan (4) tantangan struktural dan kultural dalam praktik kolaborasi. Penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional dimaknai sebagai praktik keperawatan komunitas yang kontekstual dan relasional. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan UKS di sekolah berasrama perlu mempertimbangkan pengalaman pelaksana dan dinamika kolaborasi antarprofesi, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif.