Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Force Majeure dan Implikasinya terhadap Perjanjian Kredit Raisya, Ashila; Suhendra, Christabel Daniella; Sastraatmaja, Keisha Nadine; Parhusip, Naomi Inly
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i5.32187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dasar hukum dan implikasi dari force majeure dalam perjanjian kredit, dengan fokus pada dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor keuangan dan perlindungan konsumen. Pandemi yang dikategorikan sebagai force majeure relatif melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 memberikan dasar hukum bagi restrukturisasi kredit tanpa menghapus kewajiban debitur. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan studi kasus Putusan No.347/Pdt/2021/PT SMG, penelitian ini menelusuri efektivitas penerapan force majeure serta sejauh mana lembaga keuangan mematuhi ketentuan OJK dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun restrukturisasi kredit diatur melalui POJK No.11/POJK.03/2020, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, terutama terkait pemahaman konsumen atas haknya dan lemahnya fungsi pengaduan lembaga keuangan. Studi ini menyoroti perlunya sosialisasi regulasi dan penguatan unit perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Implikasi penelitian ini penting bagi pembuat kebijakan dan praktisi hukum untuk merumuskan klausul force majeure yang lebih kontekstual serta SOP pemberian keringanan kredit yang adil dan transparan. Penelitian ini juga merekomendasikan pendekatan selektif dalam pemberian restrukturisasi guna menjaga stabilitas sektor keuangan sambil tetap menghormati hak-hak debitur.
Analisis pertanggungjawaban hukum platform e-commerce atas penjualan barang palsu oleh penjual pihak kedua sebagai perbuatan melawan hukum Sastraatmaja, Keisha Nadine; Khaliza, Ashila Raisya; Dior, Valence Deanthony
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 5 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i5.1942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum platform e-commerce atas penjualan barang palsu oleh penjual pihak kedua sebagai perbuatan melawan hukum. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada maraknya peredaran barang palsu dalam transaksi elektronik yang merugikan konsumen serta melanggar hak kekayaan intelektual. Metode yuridis normatif digunakan, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dan bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbuatan, kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal memenuhi unsur perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata ketika barang palsu dijual. Karena penjual pihak kedua secara langsung melakukan pelanggaran, mereka adalah pihak utama yang bertanggung jawab. Sementara itu, platform e-commerce hanya dapat dimintai pertanggungjawaban jika terbukti tidak melakukan pengawasan atau menindaklanjuti laporan pelanggaran. Penelitian ini menemukan bahwa untuk membuat sistem perdagangan elektronik yang aman, adil, dan bertanggung jawab, peraturan harus diperkuat, pengawasan platform harus ditingkatkan, dan konsumen harus lebih sadar.