Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Marketing Strategy of Mushroom Baglog in UMKM Agro Jamur Lombok, Gunungsari Sub-District, West Lombok Fadli, Fadli; Jupri, Ahmad; Kuncoro, Zain Bagus; Rozi, Tapaul; Hidayati, Lilik
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i2.9416

Abstract

White oyster mushroom is one of the most widely cultivated mushrooms in Indonesia because it has a high economic value. Umkm Agro Mushroom Lombok is one of the oyster mushroom and mushroom baglog cultivation businesses in West Lombok district. Apart from oyster mushrooms, in Umkm, mushroom baglogs also have a fairly high economic value with the right marketing and marketing strategy. One of the analytical tools that can be used in designing a marketing strategy is SWOT analysis. This analysis is able to identify strengths, weaknesses, opportunities and threats. The method in this study uses descriptive methods with data sources that come from direct sources or primary data and come from other sources or secondary data. The results of the analysis using SWOT show that quality and service are the strengths of Agro Mushroom Lombok, while the lack of promotion and baglogs that are vulnerable to weather are weaknesses, the potential that can be utilized is customer loyalty and a fairly wide market reach. The threats faced are the emergence of new competitors and limited raw materials. The strategies that can be applied are by prioritizing product quality so that the level of customer loyalty increases, besides that it is necessary to intensify promotion through social media to increase market reach.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Jamu Tradisional Berbasis Ekonomi Kreatif Zulkaida, Siti; Wardana, Eka Widia; Kuncoro, Zain Bagus; Jufri, Akhmad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan jamu tradisional berbasis ekonomi kreatif di Desa Gapura, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan mulai dari sosialisasi, produksi, hingga pemasaran. Pelatihan yang dilaksanakan di Posko KKN Dusun Tolot-Tolot membekali masyarakat dengan soft skill dan hard skill melalui praktik pengolahan jamu tradisional, pengemasan, serta analisis pasar. Siklus pemberdayaan masyarakat meliputi observasi potensi dan permasalahan dengan partisipasi kepala dusun untuk mengidentifikasi tanaman herbal dan tantangan pengolahan. Produk jamu tradisional diproduksi dalam kemasan 250 ml dan dijual dengan harga Rp 10.000 per botol, dengan pertimbangan harga bahan baku dan daya beli masyarakat. Hasil pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman produksi dan strategi pemasaran UMKM jamu tradisional sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Gapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan jamu tradisional berbasis ekonomi kreatif di Desa Gapura, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan mulai dari sosialisasi, produksi, hingga pemasaran. Pelatihan yang dilaksanakan di Posko KKN Dusun Tolot-Tolot membekali masyarakat dengan soft skill dan hard skill melalui praktik pengolahan jamu tradisional, pengemasan, serta analisis pasar. Siklus pemberdayaan masyarakat meliputi observasi potensi dan permasalahan dengan partisipasi kepala dusun untuk mengidentifikasi tanaman herbal dan tantangan pengolahan. Produk jamu tradisional diproduksi dalam kemasan 250 ml dan dijual dengan harga Rp 10.000 per botol, dengan pertimbangan harga bahan baku dan daya beli masyarakat. Hasil pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman produksi dan strategi pemasaran UMKM jamu tradisional sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Gapura.