Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESETARAAN GENDER MENURUT AMINA WADUD: Penafsiran Kontekstual Dalam Al-Qur'an Aji Febriansyah; Aldi Armansah Prayoga; Siti Maysaroh
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women have a noble position in the Qur'an, where many verses explicitly discuss their rights and roles. However, in social practice, women are often undervalued and placed below men. One of the reasons for this is the gender-biased construction of classical tafsir, which limits the interpretation of Qur'anic verses and reinforces patriarchal norms. Criticism of this interpretation model has emerged from various circles, especially Muslim feminists, including Amina Wadud. Through a contextual hermeneutic approach, Wadud offers a new reading of Qur'anic texts that are considered to limit the role of women. By considering linguistic, historical, and socio-cultural aspects at the time of revelation, she seeks to deconstruct patriarchal interpretations and build a more gender-equitable understanding. This research aims to explore Wadud's contribution in creating space for women in religious contexts and encouraging more inclusive social change, where gender equality can be realized. The results are expected to provide new insights in understanding the role of women in Islam and encourage more constructive dialogue on gender issues in society.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP RASA MALU: KAJIAN TERHADAP HADIS NABI DAN PEMIKIRAN ULAMA Husen, Muhammad Ade Rizky; Aji Febriansyah; Syahri AL hafidh
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa malu (al-haya) dalam Islam bukan sekadar reaksi emosional, tetapi merupakan ekspresi keimanan yang mendalam dan refleksi dari kesadaran moral serta kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara rasa malu dan keimanan dalam Islam dengan fokus pada hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menyandingkan keduanya. Permasalahan utama dalam studi ini adalah melemahnya rasa malu di era modern akibat pengaruh globalisasi dan kemerosotan nilai-nilai sosial, yang berdampak pada krisis moral, khususnya di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, yaitu analisis terhadap hadis-hadis sahih serta pemikiran para ulama dan tokoh psikologi Islam seperti Imam an-Nawawi, Quraish Shihab, Zakiah Daradjat, dan Yusuf Qardhawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasa malu merupakan indikator aktif dari keimanan yang berfungsi sebagai mekanisme pengendali moral dan spiritual. Hilangnya rasa malu menandakan melemahnya iman, sedangkan keberadaannya memperkuat ketakwaan dan etika sosial. Dalam konteks kehidupan modern, rasa malu memiliki peran strategis dalam menjaga integritas individu dan kolektivitas masyarakat. Oleh karena itu, penguatan rasa malu sebagai bagian dari iman perlu menjadi perhatian dalam pendidikan dan pembinaan karakter umat Islam.