p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Artemis Law Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

kebijakan hukum pidana dalam mengatasi kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan guna mendukung proses pembinaan narapidana Sonbay, Gicella; Kadja, Thelma S. M.; Medan, Karolus Kopong
Artemis Law Journal Vol 1 No 2 (2024): Artemis Law Journal Vol.1 No.2, Mei 2024
Publisher : Law Faculty, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/alj.v1i2.15135

Abstract

Masalah kelebihan kapasitas dalam lembaga pemasyarakatan seringkali menjadi perhatian karena dampaknya terhadap proses pembinaan narapidana. Penyebab utamanya termasuk rendahnya kepatuhan hukum di masyarakat dan sistem pemidanaan yang cenderung memanfaatkan lapas sebagai tempat hukuman. Data menunjukkan bahwa pada 12 September 2021, kapasitas lapas adalah 134.835, dengan jumlah penghuni mencapai 271.007. Pada 19 September 2022, jumlah penghuni meningkat menjadi 276.172, melebihi kapasitas yang hanya 132.107. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dua permasalahan utama: (1) Dampak dari kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan terhadap proses pembinaan narapidana. (2) Kebijakan hukum pidana dalam menangani kelebihan kapasitas tersebut untuk mendukung pembinaan narapidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengkaji undang-undang dan literatur terkait, serta wawancara dengan petugas pemasyarakatan kelas IIA di Kupang untuk mendapatkan data tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembinaan narapidana terus berlanjut, kelebihan kapasitas lapas memberikan tekanan pada sistem pemasyarakatan dengan dampak seperti kesulitan pengawasan, buruknya kesejahteraan psikologis narapidana dan petugas, konflik antar penghuni, pemborosan anggaran, dan keterbatasan sumber daya. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan langkah-langkah seperti menghambat arus masuk narapidana, menerapkan alternatif non-penjara, dan memberikan hak-hak seperti remisi, asimilasi, cuti menjelang bebas, serta pembebasan bersyarat untuk mempercepat reintegrasi narapidana ke masyarakat. Kata kunci: Kelebihan Kapasitas Pemasyarakatan, Dampak kelebihan kapasitas, Kebijakan Hukum Pidana.
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Malpraktik Dalam Tindakan Medis Tanpa Izin (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 109/PID.SUS/2019/PN KBU) Mubarok, Sharul; Kadja, Thelma S. M.; Medan, Karolus Kopong
Artemis Law Journal Vol 2 No 1 (2024): Artemis Law Journal Vol.2, No.1, November 2024
Publisher : Law Faculty, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/alj.v2i1.16566

Abstract

Decision Number 109/pid.sus/2019/pn kbu pertains to the sentencing of a health worker for unlicensed practice and malpractice resulting in death. Despite the severity of the offense, the judge imposed only a Rp20,000,000 fine. This decision raises questions regarding its alignment with the defendant's actions and the considerations guiding the judge's sentencing. The research, utilizing a normative juridical approach, analyzed primary, secondary, and tertiary legal materials. This method aims to uncover truth through legal logic from a normative perspective. Findings indicate that the judge's decision inadequately reflects the gravity of the defendant's actions. Apart from operating without a license, the defendant's negligence led to substandard medical practices resulting in death. However, the judge dismissed the element of negligence causing death, citing the need for proof of the causal relationship between the defendant's actions and the victim's demise. The prosecution should have presented forensic autopsy evidence to establish this link. Furthermore, the judge should have considered non-juridical factors such as justice, legal certainty, and public safety in sentencing the defendant.