Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE IMPACT OF REGIONAL EXPANSION ON THE EFFECTIVENESS OF HEALTHCARE SERVICES Ilmi, Iva Nur; Suryanto; Pramono, Retno Widodo Dwi
Built Environment Studies Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/best.v6i1.20776

Abstract

The enactment of Law Number 7 of 2002 concerning the Establishment of Penajam Paser Utara (PPU) Regency marked the official formation of this new administrative region, resulting from the separation of four sub-districts from the original twelve in Paser Regency. As a newly established regency, PPU required immediate development in institutional structures, government infrastructure, and development planning. A key indicator of progress lies in healthcare facility improvements, which were previously difficult to access due to reliance on water transport to Balikpapan or Paser. This study aims to analyze healthcare service development in PPU and assess how regional expansion has influenced service effectiveness. The research compares conditions before and after the expansion using a deductive qualitative approach, triangulation, and descriptive methods. Findings indicate that while the number of healthcare facilities declined, service utilization became more efficient, travel distances were reduced, and quality improved. Effective health service delivery depends on availability, accessibility, and continuity. While regional expansion positively affected specific dimensions, its most decisive influence was improved interaction between health workers and patients, disease prevention, and public health education.
Pengaruh Aktivitas Menenun Terhadap Pola Tata Ruang Permukiman Ilmi, Iva Nur; Handayani, Teti; Wardi, Liza Hani Saroya
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2465

Abstract

Budaya memiliki peran besar dalam pembentukan ruang permukiman, termasuk aktivitas menenun yang merupakan budaya Masyarakat Sasak. Sebagai salah satu bentuk kearifan lokal, aktivitas ini tidak hanya mendukung cara hidup masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap penggunaan ruang dalam praktik tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji aktivitas fisik, seperti menenun, dapat memengaruhi pola ruang seseorang, baik dalam konteks fisik maupun sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif yang mencakup studi literatur, wawancara mendalam, dan teknik observasi lapangan. Berdasarkan seluruh hasil penelitian, aktivitas ini umumnya berpengaruh terhadap pemeliharaan dan fungsi rumah, serta terhadap realitas konstruksi dalam satu lingkungan tertentu. Ruang menenun biasanya terletak di luar rumah atau di teras untuk memfasilitasi interaksi sosial. Selain itu, pola permukiman menunjukkan adanya kecenderungan terbentuknya klaster berdasarkan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan menenun, yang kemudian membentuk struktur sosial yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas lokal seperti menenun memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang dan permukiman.