Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inclusive Education in Madrasah Ibtidaiyah: A Reflective Study of 21st Century Dynamics, Challenges, and Opportunities Yosi Yulizah; Oktori, Agus Riyan
AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v9i1.12805

Abstract

This study identifies several problems in the implementation of inclusive education at the Islamic elementary school level in Indonesia, particularly Madrasah Ibtidaiyah (MI). The primary challenges include inadequate facilities and the low-quality quality of educational infrastructure. Then, the lack of competent educators hinders the implementation of effective inclusive education. Many children with physical and mental disabilities have not received equal education. Social issues, including student altercations and the legitimacy of school property, undermine a secure and supportive educational environment. This research employs a qualitative methodology using a literature review approach. Data were obtained from existing literature, including journals, articles, and scientific texts. Data were analyzed using source analysis techniques, ensuring validity through aligning theories from reputable sources to yield relevant and credible research. The conclusion is that inclusive education plays a crucial role in fostering students' talents, potential, and skills, while also imparting essential insights and knowledge applicable to everyday life. This is grounded in the principle that all children possess an equal right to receive a quality education and to develop into mature, intelligent, and ethical individuals. Inclusive education is presently applied in numerous Islamic elementary schools and other formal institutions, emphasizing Islamic values as a framework for learning activities.
Analisis Konseptual Model Pembelajaran Humanistik-Digital pada Madrasah Ibtidaiyah Claresa Agustini; Reza Amellia; Nova Asvio; Novita Angra; Yosi Yulizah
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i2.455

Abstract

Digital transformation in education demands learning innovations that are not only technology-based but also maintain humanitarian and Islamic values. This study aims to conceptually analyze the humanistic-digital learning model in Islamic Elementary Schools (MI) as an effort to integrate the humanistic approach and the use of digital technology. The research method used is a literature review with a qualitative descriptive-analytical approach through the analysis of various relevant and up-to-date scientific sources. The results show that humanistic learning emphasizes the holistic development of student potential, while digital learning provides easy access, flexibility, and an interactive learning experience. The integration of these two approaches in the humanistic-digital model can create student-centered learning, increase learning motivation, develop creativity and critical thinking skills, and strengthen Islamic character and values. This model is also relevant to the demands of 21st-century education that emphasizes critical thinking skills, creativity, collaboration, and communication. Thus, the humanistic-digital learning model can be a strategic alternative in improving the quality of education in Islamic Elementary Schools in the digital era.  
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Diana Lestari; Sri Sugita Styo Wati; Wiwinda; Resti Komala Sari; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran tematik serta dampaknya terhadap peningkatan literasi budaya siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya literasi budaya siswa akibat pengaruh globalisasi yang menggeser eksistensi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui cerita rakyat, permainan tradisional, kegiatan seni budaya, serta konteks kehidupan sehari-hari mampu meningkatkan pemahaman budaya, kesadaran identitas, dan sikap menghargai keberagaman siswa. Selain itu, peran guru sangat menentukan dalam keberhasilan implementasi melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis budaya. Faktor pendukung meliputi lingkungan budaya yang kuat dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media, bahan ajar, dan kompetensi guru. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran tematik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa serta membentuk karakter yang berakar pada nilai budaya bangsa.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Literasi Digital Siswa pada Kurikulum Merdeka di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu: Penelitian Nuzi Oktavia; Sinta Dwi Syafitri; Khermarinah; Masrifa; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan literasi digital siswa pada implementasi Kurikulum Merdeka di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan memengaruhi proses pembelajaran pada pendidikan dasar. Literasi digital menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, guru kelas, dan siswa di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam mengembangkan literasi digital siswa, yaitu pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital, pembiasaan mencari informasi yang valid, penerapan pembelajaran berbasis proyek, penguatan etika digital, serta kolaborasi dengan orang tua. Faktor pendukung pengembangan literasi digital meliputi tersedianya fasilitas teknologi, dukungan kepala madrasah, antusiasme siswa, serta adanya pelatihan guru. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kemampuan digital guru yang belum merata, koneksi internet yang tidak stabil, penggunaan gadget siswa untuk hiburan, dan kurangnya pengawasan media sosial. Pengembangan literasi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun demikian, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol juga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan gadget dan menurunnya interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua dalam membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.