Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RASIO KONVERSI PAKAN DAN MORTALITAS AYAM BROILER PADA DATARAN YANG BERBEDA Achmad, Nabila Triffina
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.3.p280 - 283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ketinggian dataran terhadap nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dan Mortalitas pada usaha peternakan ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kandang yang berbeda, yakni kandang di dataran tinggi dan kandang di dataran rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan mengukur tingkat mortalitas dan FCR ayam boiler dengan umur 35 hari. Hasil Feed Conversion Ratio (FCR) ayam di kandang dataran tinggi, yaitu 1,6026 dan kandang di dataran rendah, yaitu 1,4086. Mortalitas di kandang dataran tinggi 0,841% dan kandang di dataran rendah 0,457%. Perbedaan dataran menghasilkan FCR dan mortalitas yang berbeda.
RASIO KONVERSI PAKAN DAN MORTALITAS AYAM BROILER PADA DATARAN YANG BERBEDA Achmad, Nabila Triffina
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.3.p280 - 283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ketinggian dataran terhadap nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dan Mortalitas pada usaha peternakan ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kandang yang berbeda, yakni kandang di dataran tinggi dan kandang di dataran rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan mengukur tingkat mortalitas dan FCR ayam boiler dengan umur 35 hari. Hasil Feed Conversion Ratio (FCR) ayam di kandang dataran tinggi, yaitu 1,6026 dan kandang di dataran rendah, yaitu 1,4086. Mortalitas di kandang dataran tinggi 0,841% dan kandang di dataran rendah 0,457%. Perbedaan dataran menghasilkan FCR dan mortalitas yang berbeda.