Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Social Media and Mass Communication in the Digital Era: A Narrative Review Handayani, Widhia Seni; Junaidi
Communica : Journal of Communication Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/communica.v2i1.644

Abstract

This narrative review examines the global impact of social media on mass communication practices, focusing on the shifts in communication formats, public participation, and the emerging challenges of misinformation and digital inequality. The study aimed to assess how digital platforms are transforming traditional mass communication and to identify systemic barriers limiting their effectiveness. A comprehensive literature search was conducted using Scopus, PubMed, and Google Scholar, applying inclusion criteria focused on peer-reviewed articles from the past decade addressing social media, mass communication, and digital transformation. The results reveal five critical themes: the evolution of communication style toward visual and participatory formats; the rise of citizen journalism enhancing local information access; the acceleration of misinformation and opinion polarization; the psychological impacts of digital engagement, particularly among youth; and the strategic adaptation of communication professionals in leveraging digital tools. Notably, disparities in infrastructure, policy, and digital literacy impede equitable access and utilization of social media across different regions. The findings underscore the need for inclusive media policies, digital literacy programs, and strategic investments in technological infrastructure. By addressing these systemic barriers, stakeholders can enhance the positive potential of social media in public discourse and health communication. This review contributes to a deeper understanding of digital communication dynamics and informs future policies and research targeting sustainable and equitable communication ecosystems.
Analisis Konstruksi Citra Maskulinitas pada Merek Perawatan Wajah Pria di Indonesia Satrio, Sello; Pratama, Alfian; Handayani, Widhia Seni; Ghanistyana, Lathifa Prima; Nurapriyanti, Tia
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 7, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/petanda.v7i3.6014

Abstract

The significant growth of the men's facial care market in Indonesia has triggered dynamic shifts that challenge the traditional hegemonic masculinity construction in the digital space. This study aims to deeply analyze how three prominent men's facial care brands (Kahf, MS Glow for Men, and Nivea Men) construct images of masculinity through their digital communication strategies, and to identify the patterns of meaning acceptance and negotiation by the audience. Employing a qualitative netnography approach, the core finding reveals that, instead of collapsing, hegemonic masculinity is locally negotiated, resulting in the conceptual model of Locally Negotiated Masculinity. This digital masculinity only accepts grooming practices through three strict justification mechanisms: Functional Justification (linking appearance as Professional Somatic Capital), Spiritual Justification (as Pious Consumption), and Non androgyny Boundary Negotiation which explicitly rejects the East Asian flower boy image. This model serves as a theoretical contribution to gender and digital communication studies in Southeast Asia, challenging Western metrosexual perspectives. The practical implication is that brands must integrate functional and spiritual narratives to legitimize the use of their products in this culturally sensitive market.
Menggali Candi Muaro Jambi, Peran Media Komunikasi Dalam Penyelamatan Situs Bersejarah Handayani, Widhia Seni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7853

Abstract

Kota Jambi merupakan salah satu kota yang dilewati jalur perdagangan dan peradaban International di Nusantara. Salah satu peradaban terbesar dan terkenal di Jambi yakni adanya perkomplekan Candi Muaro Jambi yang berlokasi di kabupaten Muaro. Candi ini menjadi Kompleks Candi ter-besar di Asia Tenggara dengan luas 3.981 hektar. Peradaban bangsa yang ada dikota Jambi yakni melalui jalur perdagangan pada sungai Batanghari. Candi Muaro menjadi salah satu warisan budaya yang harus dijaga keaslian dan ke-sakralannya. Sejarah candi ini dulunya merupakan pusat Pendidikan dan keagamaan terbesar Buddhis pada masa itu. Dan mirisnya, beberapa area komplek pada candi masih terlihat kurang diperhatikan misalnya, didalam kawasan Candi Muaro yang harusnya sebagai tempat pelatihan diri/ hening/sunyi malah digunakan masyarakat lokal untuk berjualan warung makan dan menjadi area keramaian.. Melihat fakta ini membuat penulis tergerak dan tertarik untuk mendayagunakan media komunikasi dalam memberikan informasi dan strategi penyelematan situs bersejarah terbesar di Asia Tenggara kepada masyarakat luas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, kajian pustaka dan studi kasus. Penelitian menggunakan analisis kualitatif terhadap pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, menggalang dukungan publik, dan mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak pada pelestarian situs. Selain itu, media juga berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan nilainilai budaya dan sejarah kepada generasi muda. Studi ini menegaskan bahwa kolaborasi strategis antara media, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam melestarikan warisan budaya Candi Muaro Jambi.