Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN IBU SAAT HAMIL DENGAN PERILAKU PICKY EATER PADA ANAK PRASEKOLAH DI PG DAN RA MUSLIMAT NU 60 ASY-SYUHADA PAGERWOJO SIDOARJO Widati, Widya
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.77

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Beberapa ibu dengan seorang anak yang memiliki perilaku picky eater tidak mengetahui faktor yang melatarbelakangi perilaku tersebut. Pengetahuan tentang picky eater di Indonesia sangat terbatas dikarenakan penelitian yang dilakukan terkait dengan picky eater masih sangat jarang. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola makan ibu saat hamil dengan perilaku picky eater di PG dan RA Muslimat NU 60 Asy-Syuhada Pagerwojo Sidoarjo. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Adult Eeating Behaviour Questionnaire (AEBQ) dan Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ). Uji korelasi yang digunakan adalah koefisien kontingensi. Data dianalisis secara statistik menggunakan aplikasi SPSS. Hasil : Hasil penelitian pada 69 ibu dari anak prasekolah didapatkan 31 ibu (44,9%) memiliki pola makan tidak baik saat hamil dan dari 69 anak didapatkan 36 anak (52,2%) memiliki perilaku picky eater. Berdasarkan hasil uji krostabulasi didapatkan ibu yang memiliki pola makan tidak baik saat hamil dan memiliki anak dengan perilaku picky eater sebanyak 27 orang. Uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan hubungan yang signifikan (p<0,05) antara pola makan ibu saat hamil dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah. Kesimpulan : Prevalensi picky eater pada anak prasekolah cukup tinggi yaitu sekitar 52,2%. Jumlah anak dengan perilaku picky eater masih didominasi dengan ibu dengan pola makan tidak baik saat hamil. Sehingga, terdapat hubungan antara pola makan ibu saat hamil dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah di PG dan RA Muslimat NU 60 Asy-Syuhada Pagerwojo Sidoarjo. Kata kunci : pola makan ibu saat hamil, picky eater, anak prasekolah.
PENGELOLAAN GIZI PADA ANAK DENGAN ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) SECUNDUM YANG MENUTUP SECARA SPONTAN : LAPORAN KASUS DI PUSKESMAS KEDURUS SURABAYA Pramita, Andhina Rachma; Mudiarta, Komang Tiara Novi; Satwitri, Ni Kadek Ghargita Surya; Widati, Widya; Annisa, Cut
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i2.172

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi pada sekitar 0,8% kelahiran hidup secara global. Atrial septal defect (ASD) secundum merupakan salah satu PJB umum yang dapat menyebabkan gangguan hemodinamik ringan hingga sedang, dengan potensi peningkatan risiko malnutrisi pada anak akibat penurunan intake dan peningkatan kebutuhan metabolik. Ilustrasi Kasus: Seorang anak perempuan usia 6 bulan datang ke Puskesmas Kedurus Surabaya dengan keluhan tersedak saat pemberian makanan pendamping ASI, lemas, bibir membiru, dan suhu tubuh terasa dingin. Pemeriksaan fisik menunjukkan murmur jantung, dan echocardiography mengonfirmasi ASD secundum berukuran 3 mm. Selama periode hingga usia 14 bulan, pasien menunjukkan penurunan nafsu makan dan tidak terjadi peningkatan status gizi selama 5 bulan. Intervensi dan Hasil: Dilakukan intervensi nutrisi komprehensif yang meliputi evaluasi status gizi, pemberian makanan padat dengan densitas energi dan protein ditingkatkan, edukasi kepada pengasuh tentang teknik pemberian makan, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Secara bersamaan, defek ASD dilaporkan menutup secara spontan pada follow-up. Setelah 2 bulan intervensi, pasien menunjukkan peningkatan berat badan menjadi 8,6kg, perbaikan nafsu makan, dan hilangnya keluhan awal. Kualitas hidup anak membaik berdasarkan pemantauan klinis. Kesimpulan: Pada anak dengan ASD kecil yang berisiko mengalami gangguan status gizi, pendekatan pengelolaan yang komprehensif—menggabungkan pemantauan kardiak dan intervensi nutrisi yang adekuat—dapat menghasilkan perbaikan klinis dan nutrisi, bahkan ketika defek menutup secara spontan.