Pramita, Andhina Rachma
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGELOLAAN GIZI PADA ANAK DENGAN ATRIAL SEPTAL DEFECT (ASD) SECUNDUM YANG MENUTUP SECARA SPONTAN : LAPORAN KASUS DI PUSKESMAS KEDURUS SURABAYA Pramita, Andhina Rachma; Mudiarta, Komang Tiara Novi; Satwitri, Ni Kadek Ghargita Surya; Widati, Widya; Annisa, Cut
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i2.172

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi pada sekitar 0,8% kelahiran hidup secara global. Atrial septal defect (ASD) secundum merupakan salah satu PJB umum yang dapat menyebabkan gangguan hemodinamik ringan hingga sedang, dengan potensi peningkatan risiko malnutrisi pada anak akibat penurunan intake dan peningkatan kebutuhan metabolik. Ilustrasi Kasus: Seorang anak perempuan usia 6 bulan datang ke Puskesmas Kedurus Surabaya dengan keluhan tersedak saat pemberian makanan pendamping ASI, lemas, bibir membiru, dan suhu tubuh terasa dingin. Pemeriksaan fisik menunjukkan murmur jantung, dan echocardiography mengonfirmasi ASD secundum berukuran 3 mm. Selama periode hingga usia 14 bulan, pasien menunjukkan penurunan nafsu makan dan tidak terjadi peningkatan status gizi selama 5 bulan. Intervensi dan Hasil: Dilakukan intervensi nutrisi komprehensif yang meliputi evaluasi status gizi, pemberian makanan padat dengan densitas energi dan protein ditingkatkan, edukasi kepada pengasuh tentang teknik pemberian makan, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Secara bersamaan, defek ASD dilaporkan menutup secara spontan pada follow-up. Setelah 2 bulan intervensi, pasien menunjukkan peningkatan berat badan menjadi 8,6kg, perbaikan nafsu makan, dan hilangnya keluhan awal. Kualitas hidup anak membaik berdasarkan pemantauan klinis. Kesimpulan: Pada anak dengan ASD kecil yang berisiko mengalami gangguan status gizi, pendekatan pengelolaan yang komprehensif—menggabungkan pemantauan kardiak dan intervensi nutrisi yang adekuat—dapat menghasilkan perbaikan klinis dan nutrisi, bahkan ketika defek menutup secara spontan.