Eduwisata Biofarmaka Aloeland merupakan sebuah tempat edukasi belajar tentang budidaya tanaman lidah buaya, pengolahan produk lidah buaya, serta pemasaran produk olahan lidah buaya. Penelitian ini mengkaji kembali bagaimana strategi yang tepat untuk pengembangan Eduwisata Biofarmaka Aloeland. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) yang mengabungkan dan mengkombinasikan dua metode sekaligus yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder data di kumpulkan melalui observasi, focus group discussion (FGD), dan penyebaran kuesioner kepada pengujung Eduwisata Biofarmaka Aloeland secara langsung. Hasil penelitian menunjukan identifikasi faktor internal memiliki 8 kekuatan dan 4 kelemahan dengan total skor IFE sebesar 1,194. Identifikasi faktor eksternal memiliki 4 peluang dan 3 ancaman dengan total skor EFE 1,388. Berdasarkan matriks IFE dan EFE posisi Eduwisata Biofarmaka Aloeland terletak pada titik (1,302 : 1,389) dan bernilai positif pada kuadran I dengan alternatif strategi S-O (strategi agresif). Pada posisi tersebut Eduwisata Biofarmaka Aloeland dapat memanfaatkan kekuatan dari internal perusahaan untuk mengambil keuntungan dari peluang yang tersedia. Hasil perhitungan QSPM menunjukan bahwa strategi prioritas yang akan di implementasikan untuk pengembangan Eduwisata Biofarmaka Aloeland adalah memperluas kegiatan promosi dan menjalin lebih banyak kerjasama, baik dengan instansi pemerintah, pelajar sekolah, maupun mahasiswa dengan total skor TAS sebesar 13,9842.