Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS NILAI EKONOMI USAHATANI BAWANG MERAH (Allium cepa L.) OFF SEASON DAN IN SEASON PADA LAHAN PASIR PANTAI (Studi Kasus di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul DIY) Arif Rahman Hakim; Rajiman Rajiman; Rika Nalinda
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.015 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21046

Abstract

Abstract: This study aims to determine the economic value of shallot cultivation offseason and in-season. It was conducted in Srigading Village, Sanden District, Bantul Regency on March to July 2017 using comparative study method. Sampling was chosen purposively for village and farmer groups. Samples of farmers taken using proportional sampling and snowball sampling method by 30 peoples. Statistical analysis using the t-test. The results of the study showed that off-season and in-season shallot farming was not significantly different and feasible economically. This is can be seen from the result of t-test of average shallot farmers income is t-count<t-table (0,617<2,048) and sig. (2-tailed) 0,542>0,05, the result of average difference test of farmers profit is t-count<t-table (0,396<2,048) and sig. (2-tailed) 0,695>0,05, whilethe result of average difference test of business feasibility (R/C ratio) on shallotcultivation is t-count<t-table (0,150<2,048) and sig. (2-tailed) 0,882>0,05. While analysis of farming is average revenue of shallot farmers off-season Rp 20.471.149,3 and in-season Rp 18.081.789,6, average profit of shallot farmers offseason Rp 11.922.949,9 and in-season Rp 10.520.079,9, and average business feasibility (R/C ratio) of shallot farmers off-season 2,39 and in-season 2,33. Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi budidaya bawangmerah lahan pasir pantai off season dan in season. Kajian dilakukan di Desa SrigadingKecamatan Sanden Kabupaten Bantul bulan Maret-Juli 2017 dengan menggunakanmetode kajian komparatif. Pengambilan sampel dipilih secara purposive untuk tingkatdesa dan kelompok tani. Sampel petani diambil secara proporsional sampling dansnowball sampling sebanyak 30 orang. Analisis statistik menggunakan uji-t. Hasilkajian menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani bawang merah off season dan inseason tidak berbeda nyata dan layak diusahakan. Hal ini dilihat dari hasil uji bedarata-rata penerimaan petani bawang merah yaitu t-hitung<t-tabel (0,617<2,048)dan sig.(2-tailed) 0,542>0,05,hasil uji beda rata-rata keuntungan petani bawang merahadalah t-hitung<t-tabel (0,396<2,048) dan sig.(2-tailed) 0,695>0,05, dan hasil uji bedarata-rata kelayakan usaha (R/C ratio) budidaya bawang merah yaitu t-hitung<t-tabel(0,150<2,048) dan sig.(2-tailed) 0,882>0,05. Sedangkan hasil analisis usahatani yaitupenerimaan rata-rata petani bawang merah off season Rp 20.471.149,3 dan in seasonRp 18.081.789,6, keuntungan rata-rata petani bawang merah off season Rp 11.922.949,9 dan in season Rp 10.520.079,9, dan kelayakan usaha (R/C ratio) rata-rata petani bawang merah off season 2,39 dan in season 2,33.
Effect of Crystal Herbal Beverages Characteristics on Consumers’ Buying Decision of Company “X” in The Special Region of Yogyakarta Nur Afifah; Rika Nalinda; Endah Puspitojati
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.151 KB) | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i1.189

Abstract

This research aimed to investigate the characteristics of instant herbal beverages (i.e. taste, aroma, colors, ingredients, shelf life, and packaging) produced by Company X. In addition, the effects of its characteristics on the Company X customers' decisions to buy the product in Special Region of Yogyakarta was also studied. The study used the statistics descriptive method. The data were then collected using questionnaires. The total sample of this research was 40 people. They were selected using a convenience sampling technique who live in the Special Region of Yogyakarta. The data were analyzed using the multiple linear regression method. The analysis results showed that the taste of instant herbal beverages produced by Company X was in the moderate category. Meanwhile, the aroma, color, ingredients, shelf life, packaging, and customers' decision were in a good category. Simultaneously, the taste, aroma, colors, ingredients, shelf life, and packaging of the product significantly affected the consumers' decisions to buy the product by 57.8%. Partially, the taste, colors, and shelf life significantly affected the consumers' buying decision of instant herbal beverages produced by Company X.
Pengaruh Perlakuan secara Fisik dan Kimia terhadap Mutu Kesehatan Viabilitas Benih Paria (Momordica charantia L) Hildazya Hartono; Pitri Ratna Asih; Rika Nalinda
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 5 No 2 (2023): In Press
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.5.2.48-55.2023

Abstract

Paria is a plant that is usually cultivated to be used as a vegetable or medicinal ingredient. This research was conducted to determine the effect of physical and chemical treatment on the health quality and viability of Bitter Gourd Seeds. This research was conducted from February to June 2022 at the CV Jogja Horti Lestari Laboratory and the Bantul Pest and Diseases Laboratory. The study was conducted using a single factor Completely Randomized Design (RAL) analysis, which consisted of 9 levels and 3 replications, if the treatment showed a significant effect on the observation results, further testing was carried out using the Honest Significant Difference Test (Tukey) at the 5% level. The results showed that physical and chemical treatment had an effect on the health quality of seeds, namely physical treatment with hot water soaking at 53oC for 10 minutes had a significant effect on suppressing the growth of seed-borne pathogens with a growth rate of only 0,75%, but the effect of physical and chemical treatment in viability had no significant effect on germination, growth synchronously, maximum growth potential, and growth speed.
SAFETY STOCK PADA PENGELOLAAN PERSEDIAAN PRODUK MINUMAN HERBAL CELUP DI CV DEWI MAKMUR, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA: Stock System in Supply Control of Herbal Dip Beverage Products at CV Dewi Makmur, Bantul Regency, DIY Province Siti Fatimah; Endah Puspitojati; Rika Nalinda
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v19i2.278

Abstract

CV Dewi Makmur memiliki produk minuman herbal celup best seller antara lain Wedang Uwuh Celup (WUC), Rosella Celup (RC), Tisera Celup (TC), Kelor Celup (KLC), dan Jati Cina Celup (JCC). Beberapa persediaan produk best seller tersebut seringkali mengalami stock out karena tidak menerapkan safety stock dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peramalan jumlah produk pada tahun 2023 di CV Dewi Makmur  untuk meminimalisasi masalah “overstock” dan “stock out”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.  Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive area yaitu di CV Dewi Makmur. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Alat analisis data menggunakan Microsoft Excel dan Mini Tab. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jumlah peramalan persediaan produk WUC, RC, TC, KLC dan JCC tahun 2023 dengan metode Single Moving Average dan Single Exponential Smoothing yang kemudian dilakukan perbandingan nilai error dan hasilnya di uji validasi menunjukkan bahwa Single Exponential Smoothing metode yang valid. Kemudian diperoleh hasil peramalan masing-masing sebanyak 1.772 pack, 1.172 pack, 1.930 pack, 2.027 pack dan 1.845 pack. Sehingga diperoleh jumlah persediaan pengaman (safety stock) produk WUC, RC, TC, KLC dan JCC masing-masing sebanyak 1.240 pack, 1.697 pack, 1.237 pack, 1.611 pack dan 2.161 pack.  Peramalan stok ini dapat membantu CV Dewi Makmur dalam memenuhi permintaan agar tidak mengalami overstock maupun stock out.
PERBANDINGAN KEUNGGULAN COKELAT HITAM DAN COKELAT PUTIH SEBAGAI BAHAN DASAR COKELAT BAR WEDANG UWUH Amanda, Annisya Rekha; Munambar, Siwitri; Nalinda, Rika
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/s0591v47

Abstract

Di era modern, eksistensi minuman tradisional mulai tergeser oleh minuman modern, termasuk wedang uwuh yang merupakan minuman khas Yogyakarta. Salah satu upaya pelestarian wedang uwuh adalah melalui inovasi dan difersifikasi produk, seperti pengembangan produk coklat bar dengan rasa wedang uwuh. Cokelat dipilih karena memiliki daya tarik tinggi di berbagai segmen pasar serta nilai komersial dan khasiat yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis cokelat yang paling sesuai sebagai bahan dasar utama dalam pengembangan produk coklat bar wedang uwuh dengan membandingkan cokelat hitam dan cokelat putih berdasarkan atribut visual, khasiat, dan nilai komersial. Metode yang digunakan adalah Focus Grup Discussion (FGD) bersama perusahaan yang bergerak di bidang produksi wedang uwuh, dengan melibatkan 9 orang peserta. Hasil kajian menunjukan bahan dasar untuk produk cokelat bar wedang uwuh, cokelat hitam lebih unggul baik dari aspek visual, kandungan, dan nilai komersilnya. Secara visual, uji organoleptik seperti warna, bau, rasa masih lebih unggul cokelat hitam. Cokelat hitam kaya akan flavonoid, polifenol, teobromin, asam askorbat, zat besi, magnesium, dan serat sehingga lebih memberikan khasiat yang lebih baik untuk tubuh. Margin harga cokelat hitam lebih tinggi tetapi tidak signifikan bedanya dengan cokelat putih, sehingga penggunaan cokelat hitam sebagai bahan dasar produk cokelat bar wedang uwuh sangat direkomendasikan.  
PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN WEDANG SECANG INSTAN “MAGNOER” DENGAN PENDEKATAN SOAR Rahmah, Rasya Aulia; A'yuni, Nur Rohmah Lufti; Nalinda, Rika
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 1 (2025): June: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i1.6437

Abstract

This study aims to formulate a marketing strategy for the product "Magnoer" Instant Secang Herbal Drink produced by Taruna Agro Nusantara MSME using the SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) analysis method. The SOAR approach was selected for its emphasis on leveraging internal strengths and external opportunities to achieve strategic growth and business aspirations. Data were collected through interviews, focus group discussions (FGD), and questionnaires involving 100 respondents, determined using the Lemeshow formula. The findings revealed key internal strengths such as high-quality raw materials, PIRT certification, and affordable pricing. External opportunities included the growing trend of a healthy lifestyle and the strategic location of Yogyakarta as a tourist destination. The resulting strategies include building strong product branding, developing innovative products, expanding distribution channels, and utilizing digital marketing. The IE matrix analysis placed the company in quadrant I, indicating a need for a “grow and build” strategy. By implementing the SOAR-based strategy, the MSME is expected to enhance competitiveness and sustainably expand its market.
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG PADA EDUWISATA TAMAN JAMU NATURINDO Medityah, Mega Amalia; Rahayu, Novia Aristi; Nalinda, Rika; Reswara, Ilham Veda
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 1 (2025): June: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i1.6454

Abstract

Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai kesehatan dan kearifan lokal yang tinggi. Eduwisata menjadi strategi potensial dalam memperkenalkan, melestarikan, dan meregenerasikan minat masyarakat terhadap jamu secara edukatif. Penelitian bertujuan mengkaji kepuasan pengunjung terhadap objek Eduwisata Taman Jamu Naturindo yang dikelola oleh PT Naturindo Fresh. Dengan metode deskriptif kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 91 responden dan dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Nilai CSI sebesar 89,64% menunjukkan bahwa pengunjung merasa sangat puas. Berdasarkan analisis IPA, sebagian besar atribut berada dalam Kuadran B (dipertahankan), sedangkan atribut dalam Kuadran A, seperti kondisi jalan menuju lokasi (C1), akses internet (B13), kebersihan toilet (B7), dan ketersediaan tempat sampah (B12), perlu menjadi prioritas perbaikan. Faktor utama yang memengaruhi kepuasan meliputi keragaman tanaman obat, keramahan pemandu, dan kebersihan fasilitas umum. Temuan ini diharapkan dapat mendukung strategi pengembangan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas Eduwisata Taman Jamu Naturindo, sekaligus menjadi dasar perumusan standar pelayanan minimum bagi destinasi eduwisata berbasis budaya lokal lainnya di Indonesia.
Evaluasi Hedonik Produk Kopi Biji Salak Jahe Creamy (Salacaffe) dengan Variasi Konsentrasi Jahe Irmafiyani, Ani; Nalinda, Rika; Puspitojati, Endah
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 4 No 02 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v4i02.1626

Abstract

This study aimed to evaluate consumer preference for creamy ginger salak seed coffee (Salacaffe) with varying ginger concentrations. The case study in this research focused on salak seed coffee produced by D’Kenthos Coffee, owned by PT Sarisa Merapi Group. Salak seed coffee was a low-caffeine coffee alternative with the potential to become a healthy and innovative beverage. The research involved 100 respondents selected through purposive sampling. An organoleptic test was conducted using a hedonic scale to assess the attributes of texture, color, aroma, taste, and aftertaste. Three formulations with different ginger concentrations (600 g, 800 g, and 1000 g) were analyzed using the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. The results indicated no significant differences in texture, color, and aroma attributes, both in powder and brewed form. However, significant differences were found in the taste and aftertaste attributes, where the formulation with 800 g of ginger received the highest preference due to its balanced spiciness and pleasant aftertaste. This study demonstrated that varying ginger concentrations in creamy ginger salak seed coffee could influence panelist preference, particularly in terms of taste and aftertaste. The formulation with 800 g of ginger was recommended for further development as a creamy ginger salak seed coffee (Salacaffe) beverage product
Analisis Kelayakan Finansial dan Non – Finansial Inovasi Produk Cokelat Bar Wedang Uwuh: Penelitian Amanda, Annisya Rekha; Munambar, Siwitri; Nalinda, Rika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.788

Abstract

Wedang uwuh merupakan minuman tradisional khas Yogyakarta yang berbahan dasar rempah-rempah dan dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, cita rasa rempah yang kuat dan pedas sering kali kurang diminati oleh masyarakat modern. Oleh karena itu, inovasi produk diperlukan guna meningkatkan penerimaan terhadap wedang uwuh. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah pembuatan cokelat bar wedang uwuh, yang menghadirkan rasa unik dalam format yang praktis dan modern. Sebelum dipasarkan, produk ini diuji kelayakannya dari aspek finansial dan non-finansial. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa cokelat bar wedang uwuh memiliki nilai R/C Ratio sebesar 1,9, yang menandakan bahwa produk ini layak secara finansial. Dari aspek non-finansial, penilaian dilakukan melalui wawancara dengan 11 panelis ahli menggunakan skala Likert. Hasilnya menunjukkan bahwa aspek pasar, lingkungan, dan teknis berada pada kategori sangat layak, sedangkan aspek hukum, manajemen, serta sosial, ekonomi, dan budaya berada pada kategori layak. Dengan demikian, cokelat bar wedang uwuh dinilai memiliki prospek baik untuk dikembangkan dan dipasarkan secara luas.
Analisis Strategi Pengembangan Eduwisata Biofarmaka Aloeland: Penelitian Dominikus Tino; Rika Nalinda; Nur Rohmah Lufti A’Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1181

Abstract

Eduwisata Biofarmaka Aloeland merupakan sebuah tempat edukasi belajar tentang budidaya tanaman lidah buaya, pengolahan produk lidah buaya, serta pemasaran produk olahan lidah buaya. Penelitian ini mengkaji kembali bagaimana strategi yang tepat untuk pengembangan Eduwisata Biofarmaka Aloeland. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) yang mengabungkan dan mengkombinasikan dua metode sekaligus yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder data di kumpulkan melalui observasi, focus group discussion (FGD), dan penyebaran kuesioner kepada pengujung Eduwisata Biofarmaka Aloeland secara langsung. Hasil penelitian menunjukan identifikasi faktor internal memiliki 8 kekuatan dan 4 kelemahan dengan total skor IFE sebesar 1,194. Identifikasi faktor eksternal memiliki 4 peluang dan 3 ancaman dengan total skor EFE 1,388. Berdasarkan matriks IFE dan EFE posisi Eduwisata Biofarmaka Aloeland terletak pada titik (1,302 : 1,389) dan bernilai positif pada kuadran I dengan alternatif strategi S-O (strategi agresif). Pada posisi tersebut Eduwisata Biofarmaka Aloeland dapat memanfaatkan kekuatan dari internal perusahaan untuk mengambil keuntungan dari peluang yang tersedia. Hasil perhitungan QSPM menunjukan bahwa strategi prioritas yang akan di implementasikan untuk pengembangan Eduwisata Biofarmaka Aloeland adalah memperluas kegiatan promosi dan menjalin lebih banyak kerjasama, baik dengan instansi pemerintah, pelajar sekolah, maupun mahasiswa dengan total skor TAS sebesar 13,9842.